Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • oyt 9:32 pm on June 11, 2011 Permalink | Reply  

    Surat Anak Indonesia Membuat Jepang Terharu 


    “Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu.”


    Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, mengaku sangat terharu dengan simpati yang diberikan anak-anak Indonesia kepada Jepang terkait bencana tsunami yang baru saja menghantam negara itu Maret lalu.

    “Kami menerima banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia. Banyak sekali anak-anak Indonesia yang mengirimkan surat berisi dukungan yang sangat menyentuh hati kami,” kata Katori.

    Dalam konferensi pers pertamanya sebagai duta besar, kemarin, Katori membacakan sebuah surat yang dikirimkan oleh para pelajar sebuah SMP di Aceh kepada para korban tsunami. Aceh sendiri pernah diterjang tsunami pada 2004 silam, lebih dari 120.000 orang tewas.

    “Aceh mencintai kalian. Kalian tak sendiri. Jika kalian sedih, kami turut sedih. Jika kalian senang, kami turut senang. Jika kalian tertawa, kami turut tertawa. Tetap semangat! Gambare!” ujar Katori membacakan surat dari pelajar Aceh.

    Surat simpati juga datang dari seorang bocah korban gempa bumi Yogyakarta 2006 lampau. Bocah ini adalah salah satu anak di panti asuhan Arrahmah di Yogya. Katori kembali membacakan surat tersebut.

    “Saya juga pernah kena gempa tahun 2006, waktu itu saya kehilangan rumah dan tidak mempunyai ibu,” kata dia.

    “Walaupun cobaan datang, kami masih tetap semangat untuk belajar. Kami yakin, kalian juga bisa membangun rumah kalian. Pesan saya untuk kalian: tetap semangat dan tunjukkan kalian bisa membangun negara kalian!” Tulis surat tersebut.

    Gempa bumi 9 skala Richter disusul tsunami meluluhlantakkan wilayah timur Jepang. Korban tewas dilaporkan mencapai puluhan ribu orang. Menurut data World Bank, total kerugian yang dialami oleh Jepang adalah US$235 miliar atau sekitar Rp2.000 triliun, yang menjadikan bencana Jepang sebagai bencana termahal sepanjang sejarah.

    sumber

     
  • oyt 9:25 pm on June 11, 2011 Permalink | Reply  

    APLIKASI SISTEM PERBANKAN DALAM MEMBUKA REKENING, TUTUP REKENING, TRANSAKSI TABUNGAN, DAN PENARIKAN TABUNGAN 


    Pada tugas softskill kali ini, saya akan membahas tentang “APLIKASI SISTEM PERBANKAN DALAM MEMBUKA REKENING, TUTUP REKENING, TRANSAKSI TABUNGAN, DAN PENARIKAN TABUNGAN’

    1. APLIKASI MEMBUKA REKENING

    Setiap pemohon yang akan membuka rekening tabungan wajib mengisi formulir pembukaan tabungan yang terdiri dari tiga rangkap dan didalamnya terdapat isian mengenai data pribadi pemohon. Selain mengisi formulir pembukaan tabungan, pemohon diharuskan memberikan fotocopy kartu identitas diri dan memberikan contoh tanda tangan yang diserahkan kepada bagian yang bersangkutan yaitu teller dan seksi tabungan. Langkah berikutnya adalah pengisian slip setoran awal yang telah dilengkapi dengan nomor tabungan dan nama tabungan.

    Untuk membuka rekening bank dalam bentuk tabungan di suatu Bank di wilayah negara Indonesia sebaiknya kita mempersiapkan persyaratan yang biasanya diperlukan untuk membuka rekening baru. Syarat-syarat umum yang diperlukan adalah :

    - KTP / SIM / Kartu Pelajar / bukti identitas lainnya
    - Membawa uang setoran awal sesuai aturan yang ditetapkan bank
    - Membayar biaya yang telah ditentukan oleh pihak bank
    - Tanda tangan sesuai kartu identitas

    Setelah kita mempersiapkan persyaratan yang secara umum nantinya akan diminta oleh pegawai bank untuk administrasi pendaftaran nasabah baru kita mendatangi bank yang akan kita buat tabungan barunya. Pilihlah bank yang baik dan terbukti bagus oleh masyarakat.

    Jika anda datang pertama kali ke bank tersebut, tanyalah kepada satpam atau petugas lainnya yang bisa ditanyai tentang maksud kedangan anda, yaitu membuat rekening tabungan baru. Petugas yang ada akan membantu anda ke tempat pembuatan rekening baru.

    Pada saat anda membuat rekening baru biasanya anda akan dimintai ktp asli anda dan anda diwajibkan mengisi berbagai beberapa lembar formulir yang cukup melelahkan. Selanjutnya anda akan diminta tanda tangan didepan petugas bank. Usahakan jangan berbeda sekali dengan yang ada di kartu identitas anda, karena anda bisa dicurigai melakukan tindakan kriminal. Jika agak berbeda biasanya anda akan diminta tanda tangan lagi sampai mirip.

    Setelah semua urusan administratif selesai, maka anda nanti akan mendapatkan buku tabungan dan diharuskan menyetor uang seturan awal secara tunai di kasir bank. Beberapa bank akan mungkin membebani anda dengan biaya lain seperti biaya materai dan sebagainya.

    Beberapa bank bisa membuat kartu atm di hari itu juga, namun ada juga yang mengharuskan anda menunggu beberapa hari kerja untuk menunggu kartu atm anda selesai di proses. Kelebihan yang beberapa hari proses adalah pada kartu atm anda bisa terpampang nama anda pada kartu tersebut. Jika bank tersebut bisa membuat kartu atm di hari yang sama, uruslah. Tetapi jika harus ditunggu beberapa hari kerja, anda sebaiknya menunggu sesuai anjuran dan datang kembali di lain waktu.

    Ketika kartu ATM dari bank anda terima sebaiknya anda periksa dan dicoba dahulu agar tidak usah bolak-balik jika ada masalah. Segera ganti pin pada kartu atm anda dari pin default awal yang diberikan bank secara tertulis dan rahasia. Ganti dengan pin yang mudah anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain. Setelah semua selesai anda kini sudah memiliki rekening bank baru yang siap anda gunakan untuk berbagai keperluan anda.

    2. PENUTUPAN REKENING

    Untuk melakukan penutupan rekening, nasabah harus mengurusnya di bank dan harus membawa bukti kepemilikan rekening seperti buku tabungan,atm dan kartu identitas.bila buku/atm nya hilang harus ada laporan kehilangan dari kepolisian.
    kalau tutup rekening tidak ada uang yang disisakan di tabungan anda.

    3. TRANSAKSI TABUNGAN

    Transaksi tabungan, jika kita adalah orang yang telah memiliki tabungan di suatu bank/ telah menjadi nasabah suatu bank, kita tidak perlu repot-repot untuk membawa uang tunai apabila sedang berebelanja, untuk alasan keamanan dan ke-efisiensi-an, kini bank memberikan layanan transaksi pembayaran menggunakan ATM, Credit Card ataupun Debit Card.

    Seorang nasabah jika ingin mengirimkan uang tabungannya ke nasabah lain tidak perlu bersusah payah untuk mengambil tabungannya, karena saat ini hampir seluruh bank menyediakan aplikasi transaksi antar rekening bank baik bank yang secabang, tidak secabang maupun ke Bank yang lainnya atau kliring, kita cukup menggunakan e-Banking menggunakan layanan internet datau m-Banking dengan menggunakan telepon genggam kita.

    4. Penarikan Tabungan
    Penarikan tabungan dilaksanakan dengan bantuan proses earmarking, (pengkonfirmasian transaksi antar cabang) dimana petugas yang bersangkutan langsung mengetahui posisi saldo rekening penabung melalui bantuan input komputer. Dengan cara ini petugas yang bersangkutan langsung dapat mengetahui ada tidaknya dana yang akan ditarik direkening penabung.

    Menu Utama dalam Sistem Aplikasi Tabungan

    1. Buka Sistem
    Tujuan dari pembukaan sistem adalah untuk menjaga keamanan masing- masing departement, karena disini akan diketahui tanggal proses terakhir, tanggal hari saat sistem dibuka dan tanggal proses selanjutnya. Jika tanggal-tanggal tersebut tidak sesuai berarti system pernah tidak ditutup, untuk itu perubahan tanggal sistem perlu dilakukan oleh bagian lain yang mempunyai wewenang untuk merubah tanggal sistem. Namun biasanya hal ini jarang terjadi.

    2. Buka Terminal
    Fungsi ini dipergunakan untuk membuka terminal dari masing-masing petugas sesuai dengan staff ID dan autorisasinya.

    3. Tutup Sistem
    Apabila semua kegiatan akhir hari atau akhir bulan telah selesai maka akan dilakukan tutup sistem. Untuk menutup sistem yang pertama kali menutup adalah kepala departemen karena sebelum sistem ditutup kepala departemen akan melakukan pemerikasaan terhadap setiap transaksi yang terjadi pada hari tersebut.

    4. Merubah Tanggal Mesin
    Dalam kenyataannya, pada modul yang dijalankan dengan menggunakan PC biasa, terdapat kemungkinan bahwa suatu PC, oleh karena penggunaan aplikasi program lain dengan maksud tertentu, tanggal sistem dirubah oleh pihak user. Jika perubahan tanggal tersebut tidak diseragamkan kembali pada saat modul dijalankan, maka hal tersebut akan mengacaukan jalannya sistem secara keseluruhan.

    5. Format Disket
    Kadangkala dalam kesibukannya seorang staff/teller perlu melakukan
    proses format disket untuk memback-up file transaksi yang terjadi pada
    saat itu.

    Sub Menu Operasional Tabungan berserta kode user id-nya :

    1. Cash Officer dengan user ID COF atau T01.
    2. Head Teller dengan user ID HTL atau T01.
    3. Customer Service dengan user ID CSO atau T03.
    4. Teller 1 dengan user ID GT1 atau T04.
    5. Teller 2 dengan user ID GT2 atau T05.
    6. Teller 3 dengan user ID GT3 atau T06.
    7. Electronic Data Processing dengan user ID EDP atau T07.

    Fungsi Fasilitas Password

    Setiap Bank harus memperhatikan faktor keamanan dalam pengoperasian Bank, baik keamanan ekstern maupun intern sistem aplikasinya. Keamanan intern sistem aplikasi direalisasikan dengan penggunaan fasilitas password untuk setiap posisi jabatan yang terlibat dalam pengoperasian sistem aplikasi tabungan. Fasilitas password tersebut menunjukkan batasan tugas dan tanggung jawab setiap user dalam kegiatan operasi tersebut.

     
  • oyt 11:29 pm on May 1, 2011 Permalink | Reply  

    Posting Buku Besar(General Ledger) 


    1. Pada Tugas Implementasi Sistem Informasi yang ketiga ini, saya akan menjelaskan tentang Posting ke dalam Buku besar yang dalam dunia perbankan biasa disebut dengan General Ledger yang saya kutip dari berbagai sumber.
    1.  Buku Besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Selain itu juga sebagai informasi yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan. Kemudian, dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening. Buku besar mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.Jurnal harian dalam buku besar adalah suatu metode pencatatan, pembukuan, dan pengklasifikasina transaksi atau mutasi yang dapat dihargai atau dinilai dengan uang. Adapun metode pencatatan tersebut dibagi menjadi dua konsep, yaitu Cash Basis dan Accrual Basis. Cash Basis adalah metode pencatatan dan pembukuan transaksi baru dilakukan apabila terjadi suatu aliran keluar masuknya dana atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. Sedangkan Accrual Basis adalah metode pencatatan dan pembukuan yang dilakukan tanpa memandang arus dana masuk atau dana keluar.Pendapatan dan biaya bunga diakui berdasarkan Accrual Basis. Pendapatan biaya meliputi bunga yang diperoleh dan pendapatan lain yang berkaitan dengan kredit. Biaya bunga meliputi biaya bunga dan biaya lain yang dikeluarkan secara langsung. Pencatatan dengan Cash Basis perhitungannya relatif sederhana dan menunjukkan kondisi sebenarnya mengenai keuanganank pada periode tersebut. Tapi ada kemungkinan fluktuasi yang relatif tajam pada posisi neraca antar periode.

      Proses posting pada buku besar mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus di debet. Setiap transaksi yang diinput dan membentuk jurnal akan masuk ke buku besar sesuai dengan jurnal yang terbentuk. Jika ingin melakukan pengeditan untuk transaksi yang sudah masuk ke buku besar, silahkan catat nomor referensi jurnal yang terdapat di buku besar dan tipe transaksi tersebut untuk mengetahui pada modul mana transaksi tersebut diinput, misalnya tipe GJ berarti anda menginput transaksi di jurnal umum, maka anda dapat melihat / mengedit jurnal umum pada menu buku besar > daftar transaksi jurnal > pilih nomor referensi > klik perincian > kemudian edit transaksinya. Atau anda bisa langsung klik dua kali pada nomor referensi jurnal saat anda menampilkan laporan buku besar. Setelah masuk ke detail transaksinya lalu edit transaksi tersebut.

      Transaksi dan mutasi pada General Ledger dilakukan setelah seluruh rekening yang diperlukan dalam operasional bank disusun (berdasarkan neraca). Selain itu posting transaksi melibatkan dua departemen berbeda, haruslah melalui rekening-rekening dalam Departemen Offset. Kegunaan dari Departemen Offset adalah untuk menyeimbangkan saldo aktiva dan passiva dalam neraca.

      Proses transaksi pada General Ledger dilaksanakan dengan dua alternatif: dengan posting otomatis dari sistem yang digunakan (tabungan, giro, deposito, dan loan), kedua dengan cara posting mutasi dan transaksi dari General Ledger itu sendiri. Posting otomatis dapat dilakukan apabila sistem komputerisasi pada lembaga perbankan bersangkutan sudah terhubung dengan seluruh sistem aplikasi General Ledger-nya. Sedangkan penggunaan sistem aplikasi General Ledger dilakukan pada saat pembuatan neraca harian, neraca bulanan, serta neraca tahunan dan laporan-laporan likuiditas bank yang lain.

      Aplikasi General Ledger

    Sistem Aplikasi General Ledger bersifat Integrated banking operational system dengan memakai jaringan kerja komputer yang saling berhubungan dengan seluruh kegiatan operasional aplikasi perbankan. Yakni, mulai dari proses pembukuan sampai dengan pelaporan keuangan bank serta penerapan sistem On Line antar-bagian atau antar-cabang.

    Sistem informasi keuangan bisa menyediakan informasi untuk berbagai tujuan, yaitu

    (1) pelaporan periodik,

    (2) informasi historik,

    (3) laporan ke otoritas moneter (Bank Indonesia),

    (4) laporan konsolidasi,

    (5) perencanaan laba dan anggaran,

    (6) pelaporan kinerja, menghitung tingkat, hasil, dan berbagai rasio keuangan, (7) akuntansi biaya, dan

    (8) output untuk sistem lain.

    Fasilitas tambahan yang terdapat pada berbagai sistem informasi keuangan meliputi informasi saldo rata-rata, memasukkan transaksi pada hari sebelumnya, pembangkitan transaksi secara otomatis, deskripsi transaksi otomatis, perbaikan pemasukan data, implosion dan eksplosion transaksi, pemasukan data secara on line, pelayanan on line, pembuatan berbagai bentuk laporan, sistem keamanaan, pembuatan laporan gabungan, perhitungan pajak, konversi nilai tukar mata uang, dan prosedur tutup tahun. Sedangkan karakteristik tambahannya adalah berupa fleksibitas sistem informasi keuangan tersebut.

    A. Sistem Aplikasi Tabungan dan Sistem Aplikasi Giro

    Penerapan sistem aplikasi tabungan dan sistem aplikasi giro pada dasarnya adalah mengubah pengolahan data dari sistem manual yang bersifat prosedural atau langkah-langkah pelayanan tabungan untuk menjadi pengolahan data dengan menggunakan komputer. Secara umum penggunaan sistem aplikasi ini tidak mengubah pengertian atau prosedur-prosedur mengenai tabungan yang berlaku standar untuk setiap bank. Perbedaan yang ada lebih bersifat pelayanan terhadap nasabah, perhitungan bunga secara otomatis, dan cara pelaporan (reporting).

    Kemampuan sistem aplikasi tabungan dan giro berbeda-beda antara satu bank dan bank lainnya. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan dan giro yang bisa mengakomodasikan sistem on line, tetapi masih ada bank yang menggunakan sistem aplikasi tabungan dan giro yang hanya bisa dioperasikan off line dan hanya terpasang di satu komputer (stand alone). Perbedaan kemampuan dan kapasitas sistem tersebut menyebabkan banyaknya berbagai jenis sistem aplikasi tabungan dan giro yang digunakan oleh bank-bank di Indonesia, baik yang dikembangkan sendiri oleh sumber daya intern bank maupun yang dibeli dari vendor atau software house.

    Sistem aplikasi tabungan dan sistem aplikasi giro yang akan dipelajari di sini adalah aplikasi yang memungkinkan diterapkannya sistem on line dan bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). Kedua aplikasi ini juga telah terintegrasi atau terhubung dengan aplikasi general ledger sehingga pada pembuatan laporan neraca, sistem aplikasi tabungan dan sistem aplikasi giro tidak perlu memasukkan (input) ulang ke aplikasi general ledger tetapi secara otomatik dilakukan posting.

    Sumber: http://a69670.wordpress.com/2011/04/15/buku-besar-general-ledger/

     
  • oyt 3:39 pm on April 23, 2011 Permalink | Reply  

    Perbankan: Sistem Aplikasi Penyetoran dan Penarikan Tabungan 


    Pada tugas kali ini, saya akan menulis tentang Transaksi tabungan perbankan yang saya dapatkan dari Praktikum Implementasi Perbankan dan saya kutip dari berbagai sumber.

    SISTEM APLIKASI PENYETORAN DAN PENARIKAN TABUNGAN/ DEPOSITO

    Pada saat seseorang ingin menjadi Nasabah dari suatu Bank, maka ia harus mengikuti Prosedur dari Bank dimana ia akan menyimpan tabungannya.  Begitupun juga Orang-orang yang bergelut di dunia perbankan seperti Teller, Head Teller atau Customer Service mereka juga memiliki tugas dan prosedur-prosedur masing-masing yang harus dilakukan, berikut adalah Prosedur-Prosedurnya:

    Prosedur operasional tabungan

    1. Pembukaan Tabungan
    Setiap pemohon yang akan membuka rekening tabungan wajib mengisi formulir pembukaan tabungan yang terdiri dari tiga rangkap dan didalamnya terdapat isian mengenai data pribadi pemohon. Selain mengisi formulir pembukaan tabungan, pemohon diharuskan memberikan fotocopy kartu identitas diri dan memberikan contoh tanda tangan yang diserahkan kepada bagian yang bersangkutan yaitu teller dan seksi tabungan. Langkah berikutnya adalah pengisian slip setoran awal yang telah dilengkapi dengan nomor tabungan dan nama tabungan.

    2. Penyetoran Tabungan
    Seorang nasabah jika ingin menambah rekening tabungannya maka ia akan melakukan Penyetoran Tabungan. Penyetoran tabungan dapat dilaksanakan dengan cara: setoran tunai, setoran kliring dan pemindahbukuan. Setiap jenis penyetoran tersebut harus dilengkapi dengan slip setoran atau Ticket.

    3. Penarikan Tabungan
    Penarikan tabungan dilaksanakan dengan bantuan proses earmarking, (pengkonfirmasian transaksi antar cabang) dimana petugas yang bersangkutan langsung mengetahui posisi saldo rekening penabung melalui bantuan input komputer. Dengan cara ini petugas yang bersangkutan langsung dapat mengetahui ada tidaknya dana yang akan ditarik direkening penabung.

    Menu Utama dalam Sistem Aplikasi Tabungan

    1. Buka Sistem
    Tujuan dari pembukaan sistem adalah untuk menjaga keamanan masing- masing departement, karena disini akan diketahui tanggal proses terakhir, tanggal hari saat sistem dibuka dan tanggal proses selanjutnya. Jika tanggal-tanggal tersebut tidak sesuai berarti system pernah tidak ditutup, untuk itu perubahan tanggal sistem perlu dilakukan oleh bagian lain yang mempunyai wewenang untuk merubah tanggal sistem. Namun biasanya hal ini jarang terjadi.

    2. Buka Terminal
    Fungsi ini dipergunakan untuk membuka terminal dari masing-masing petugas sesuai dengan staff ID dan autorisasinya.

    3. Tutup Sistem
    Apabila semua kegiatan akhir hari atau akhir bulan telah selesai maka akan dilakukan tutup sistem. Untuk menutup sistem yang pertama kali menutup adalah kepala departemen karena sebelum sistem ditutup kepala departemen akan melakukan pemerikasaan terhadap setiap transaksi yang terjadi pada hari tersebut.

    4. Merubah Tanggal Mesin
    Dalam kenyataannya, pada modul yang dijalankan dengan menggunakan PC biasa, terdapat kemungkinan bahwa suatu PC, oleh karena penggunaan aplikasi program lain dengan maksud tertentu, tanggal sistem dirubah oleh pihak user. Jika perubahan tanggal tersebut tidak diseragamkan kembali pada saat modul dijalankan, maka hal tersebut akan mengacaukan jalannya sistem secara keseluruhan.

    5. Format Disket
    Kadangkala dalam kesibukannya seorang staff/teller perlu melakukan
    proses format disket untuk memback-up file transaksi yang terjadi pada
    saat itu.

    Sub Menu Operasional Tabungan berserta kode user id-nya :

    1. Cash Officer dengan user ID COF atau T01.
    2. Head Teller dengan user ID HTL atau T01.
    3. Customer Service dengan user ID CSO atau T03.
    4. Teller 1 dengan user ID GT1 atau T04.
    5. Teller 2 dengan user ID GT2 atau T05.
    6. Teller 3 dengan user ID GT3 atau T06.
    7. Electronic Data Processing dengan user ID EDP atau T07.

    Fungsi Fasilitas Password

    Setiap Bank harus memperhatikan faktor keamanan dalam pengoperasian Bank, baik keamanan ekstern maupun intern sistem aplikasinya. Keamanan intern sistem aplikasi direalisasikan dengan penggunaan fasilitas password untuk setiap posisi jabatan yang terlibat dalam pengoperasian sistem aplikasi tabungan. Fasilitas password tersebut menunjukkan batasan tugas dan tanggung jawab setiap user dalam kegiatan operasi tersebut.

    Sumber:  http://blackyishvndhy.blogspot.com/2011/03/sistem-aplikasi-pembukaan-rekening-pada.html

     
  • oyt 5:50 pm on March 3, 2011 Permalink | Reply  

    Sistem Aplikasi Pembukaan Rekening pada suatu Bank 


    Rekening, berarti catatan semua transaksi keuangan yang memuat data keluar masuknya keuangan Pemegang Rekening pada Bank dalam bentuk dan isi yang ditetapkan oleh Bank.

    Dengan dibukanya dan dipeliharanya rekening, maka Pemegang Rekening dengan ini menyatakan setuju untuk memenuhi semua ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat umum ini, kecuali jika mengenai sesuatu ketentuan diadakan persetujua lain secara tertulis oleh Bank dan Pemegang Rekening.

    Pelaksanaan semua persetujuan dan hubungan antara Bank dengan Pemegang Rekening dilakukan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

    Jenis-jenis rekening antara lain tabungan, giro, pinjaman dan lain-lainnya yang diadakan oleh Bank.
    Ketentuan-ketentuan dalam syarat-syarat umum ini berlaku bagi setiap jenis rekening, akan tetapi jika ada ketentuan-ketentuan dalam syarat-syarat umum ini yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan khusus yang akan diatur lebih lanjut dalam setiap jenis rekening, maka syarat-syarat khusus dari rekening yang bersangkutan tersebut yang akan berlaku.

    Berikut adalah Sistem Aplikasi Pembukaan Rekening Pada suatu Bank:

    Pertama yang harus di lakukan, yaitu menuju teler bank yang di tuju untuk menanyakan step pembukaan rekening di Bank tersebut setelah itu mengisi perjanjian antara pihak Bank dengan nasabah setelah itu jika semua sudah selesai perjanjian antara bank dengan nasabah, Kita akan mendapatkan no rekening yang kita mohon dari bank.

    Pada dasarnya nomor rekening tabungan merupakan berupa deretan angka yang unik , yaitu setiap angka tersebut merupakan nomor identitas untuk satu rekening tabungan nasabah.
    Fungsi no rekening di dalam sistemnya adalah sebagai field key sehingga proses perhitungan transaksi atau saldo untuk seorang nasabah tidak akan masuk ke norek nasabah lain, atau memudahkan mencari data nasabah.
    Di dalam norek biasanya terkandung informasi mengenai identitas bank, sistem aplikasi yang di gunakan , kode mata uang, no urut nasabah dan cek digit yang digenerate secara otomatis oleh komputer.
    Banyaknya informasi yang harus terkandung dalam norek tabungan tersebut memerlukan sistematika atau pola penomoran rekening yang tepat untuk setiap Bank.
    pada sistem aplikasi tabungan ini, jumlah digit yang di gunakan untuk norek adalah 11 digit.

    Langkah pembukaan rekening tabungan dari segi pengoperasian sistem aplikasi adalah pemilihan dan penggunaan fasilitas menu yang di sediakan pada sistem tersebut. Bnayaknya fasilitas menu yang tersedia pada sistem tersebut membutuhkan alur data yang jelas untuk pembukaan rekening yaitu hanya mengggunakan menu tertentu.

    Studi Literatur: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/sistem_aplikasi_tabungan/bag2-pembukaan_rekening.pdf

     
  • oyt 5:05 pm on February 20, 2011 Permalink | Reply  


    Pengantar Perbankan (dikutip dari Wikipedia dan Situs Resmi Bank Indonesia)

    Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE Menurut saya, bank merupakan sarana yang memudahkan aktivitas masyarakat untuk menyimpan uang, dalam hal perniagaan, maupun untuk investasi masa depan. Dunia perbankan merupakan salah satu institusi yang sangat berperan dalam bidang perekonomian suatu negara (khususnya dibidang pembiayaan perekonomian). Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

    1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement). 2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management. 3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery). 4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri. 5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

    • PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit.
    • Bank Bumi Daya (BBD)
      BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara

    Tujuan jasa perbankan

    Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.

    Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.

    Jasa perbankan sebenarnya sangat banyak, hanya saja sedikit sekali masyarakat yang mengetahuinya. Tujuan dan manfaatnya pun sangat baik bagi para nasabah. Akan tetapi banyak yang memanfaatkannya untuk tindakan kriminal, seperti pembobolan ATM dan pemalsuan buku tabungan dan lain-lain.

    Jenis-jenis bank dan fungsinya

    Tiga kelompok utama Institusi keuangan – bank komersial, lembaga tabungan, dan credit unions – yang juga disebut lembaga penyimpanan karena sebagian besar dananya berasal dari simpanan nasabah.

    Bank-bank komersial adalah kelompok terbesar lembaga penyimpanan bila diukur dengan besarnya aset. Mereka melakukan fungsi serupa dengan lembaga-lembaga tabungan dan credit unions, yaitu, menerima deposito (kewajiban) dan membuat pinjaman ( Namun, mereka berbeda dalam komposisi aktiva dan kewajiban, yang jauh lebih bervariasi).

    Perbandingan konsentrasi aset ukuran bank, menunjukkan bahwa konsolidasi perbankan tampaknya telah mengurangi pangsa aset bank paling kecil ( aset di bawah $ 1 miliar). Bank-bank ini – dengan aset dibawah $ 1 milliar – cenderung mengkhususkan diri pada ritel atau consumer banking, seperti memberikan hipotek perumahan, kredit konsumen dan deposito lokal. Sedangkan aset bank yang relatif lebih besar (dengan aset lebih dari $ 1 miliar), terdiri dari dua kelas adalah bank regional atau super regional.

    Mereka terlibat dalam grosir yang lebih kompleks tentang kegiatan komersialperbankan, meliputi kredit konsumen dan perumahan serta pinjaman komersial dan industri (D & I Lending), baik secara regional maupun nasional. Selain itu, bank – bank besar memiliki akses untuk membeli dana (fund) – seperti dana antar bank atau dana pemerintah ( federal funds)- untuk membiayai pinjaman dan kegiatan investasi mereka. Namun, beberapa bank yang sangat besar memiliki sebutan yang berbeda, yaitu Bank Sentral. Saat ini, lima organisasi perbankan membentuk kelompok Bank Sentral,yaitu: Bank New York , Deutsche Bank( melalui akuisisi bankir-bankir saling mempercayai), Citigroup, JP Morgan , dan Bank HSBC di Amerika Serikat. Namun, jumlahnya telah menurun akibat megamergers.. Penting untuk diperhatikan bahwa, aset atau pinjaman tidak selalu menjadi indikator suatu bank adalah bank sentral. Tapi, gabungan dari lokasi dengan ketergantungan pada sumber nondeposit atau pinjaman dana.

    Namun seiring berjalannya waktu, beberapa decade terakhir muncul jenis bank yang menganut Prinsip Syariah.

    SEKILAS PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA


    Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

    Karakteristik sistem perbankan syariah yang  beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi, dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan. Dengan menyediakan beragam produk serta layanan jasa perbankan yang beragam dengan skema keuangan yang lebih bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinimati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

    Dalam konteks pengelolaan perekonomian makro, meluasnya penggunaan berbagai produk dan instrumen keuangan syariah akan dapat merekatkan hubungan antara sektor keuangan dengan sektor riil serta menciptakan harmonisasi di antara kedua sektor tersebut. Semakin meluasnya penggunaan produk dan instrumen syariah disamping akan mendukung kegiatan keuangan dan bisnis masyarakat juga akan mengurangi transaksi-transaksi yang bersifat spekulatif, sehingga mendukung stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian kestabilan harga jangka menengah-panjang.

    Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan.

    Kebijakan Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia
    Untuk memberikan pedoman bagi stakeholders perbankan syariah dan meletakkan posisi serta cara pandang Bank Indonesia dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia, selanjutnya Bank Indonesia pada tahun 2002 telah menerbitkan “Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia”. Dalam penyusunannya, berbagai aspek telah dipertimbangkan secara komprehensif, antara lain kondisi aktual industri perbankan syariah nasional beserta perangkat-perangkat terkait, trend perkembangan industri perbankan syariah di dunia internasional dan perkembangan sistem keuangan syariah nasional yang mulai mewujud, serta tak terlepas dari kerangka sistem keuangan yang bersifat lebih makro seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI) maupun international best practices yang dirumuskan lembaga-lembaga keuangan syariah internasional, seperti IFSB (Islamic Financial Services Board), AAOIFI dan IIFM.

    Pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, maka arah pengembangan perbankan syariah nasional selalu mengacu kepada rencana-rencana strategis lainnya, seperti Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dengan demikian upaya pengembangan perbankan syariah merupakan bagian dan kegiatan yang mendukung pencapaian rencana strategis dalam skala yang lebih besar pada tingkat nasional.

    “Cetak Biru Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia” memuat visi, misi dan sasaran pengembangan perbankan syariah serta sekumpulan inisiatif strategis dengan prioritas yang jelas untuk menjawab tantangan utama dan mencapai sasaran dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, yaitu  pencapaian pangsa pasar perbankan syariah yang signifikan melalui pendalaman peran perbankan syariah dalam aktivitas keuangan nasional, regional dan internasional, dalam kondisi mulai terbentuknya integrasi dgn sektor keuangan syariah lainnya.

    Dalam jangka pendek, perbankan syariah nasional lebih diarahkan pada pelayanan pasar domestik yang potensinya masih sangat besar. Dengan kata lain, perbankan Syariah nasional harus sanggup untuk menjadi pemain domestik akan tetapi memiliki kualitas layanan dan kinerja yang bertaraf internasional.

    Pada akhirnya, sistem perbankan syariah yang ingin diwujudkan oleh Bank Indonesia adalah perbankan syariah yang modern, yang bersifat universal, terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sebuah sistem perbankan yang menghadirkan bentuk-bentuk aplikatif dari konsep ekonomi syariah yang dirumuskan secara bijaksana, dalam konteks kekinian permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dan dengan tetap memperhatikan kondisi sosio-kultural di dalam mana bangsa ini menuliskan perjalanan sejarahnya. Hanya dengan cara demikian, maka upaya pengembangan sistem perbankan syariah akan senantiasa dilihat dan diterima oleh segenap masyarakat Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan negeri.

    Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah
    Sebagai langkah konkrit upaya pengembangan perbankan syariah di Indonesia, maka Bank Indonesia telah merumuskan sebuah Grand Strategi Pengembangan Pasar Perbankan Syariah, sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yg meliputi aspek-aspek strategis, yaitu: Penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal, pemetaan pasar secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank.

    Selanjutnya berbagai program konkrit telah dan akan dilakukan sebagai tahap implementasi dari grand strategy pengembangan pasar keuangan perbankan syariah, antara lain adalah sebagai berikut:

    Pertama, menerapkan visi baru pengembangan perbankan syariah pada fase I tahun 2008 membangun pemahaman perbankan syariah sebagai Beyond Banking, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.50 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 40%, fase II tahun 2009 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah paling atraktif di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.87 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 75%. Fase III  tahun 2010 menjadikan perbankan syariah Indonesia sebagai perbankan syariah terkemuka di ASEAN, dengan pencapaian target asset sebesar Rp.124 triliun dan pertumbuhan industri sebesar 81%.

    Kedua, program pencitraan baru perbankan syariah yang meliputi aspek positioning, differentiation, dan branding. Positioning baru bank syariah sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam, transparans, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. Sedangkan pada aspek branding adalah “bank syariah lebih dari sekedar bank atau beyond banking”.

    Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar perbankan syariah yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa bank syariah sebagai layanan universal atau bank bagi semua lapisan masyarakat dan semua segmen sesuai dengan strategi masing-masing bank syariah.

    Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan (saling menguntungkan) dan  dukungan jaringan kantor yang luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami.

    Kelima, program peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan produk dan jasa bank syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap memenuhi prinsip syariah; dan

    Keenam, program sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung (media cetak, elektronik, online/web-site), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemanfaatan produk serta jasa perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

    Jasa – jasa perbankan

    Jasa – jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut :

    • Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah
    • Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah
    • Jasa pengiriman uang ( transfer )
    • Jasa penagihan ( inkaso )
    • Kliring
    • Penjualan mata uang asing
    • Penyimpanan dokumen
    • Jasa cek wisata
    • Kartu kredit
    • Jasa – jasa yang ada di pasar modal seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.
    • Jasa Letter of Credit ( L/C)
    • Bank garansi dan referensi bank
    • Jasa bank lainnya.

     

    (More …)

     
  • oyt 10:42 am on January 23, 2011 Permalink | Reply  

    SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR 


    Computer-aided design Computer-aided design (CAD) yang semakin sering disebut Computer aided engeneering (CAE) melibatkan penggunaan komputer unutk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur CAD peertama-pertama muncul dalam industri dirgantara sekitar tahun 1960-an dan kemudian diadopsi oleh pembuat mobil.

    CAD kemudian digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumus seperti bangunan dan jembatan hingga bagian-bagian kecil. Computer-Aided Manufacturing Computer-Aided Manufacturing(CAM) penerapan komputerdalam proses produksi. Mesin produksi khusus yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari data base rancangan.

    Robotik Penerapan komputer yang lain dalam pabrik adalah robotikrobotik melibatkan penggunaan robot industrial. Alat yang secara otomatis menjalankan tugas-tugas tertentu dalam proses manufaktur. Komputer sebagai proses informasi Istilah sistem informasi manufaktur uantuk menjelaskan subsistem CBIS yang menyediakan informasi mengenai operasi produksi. Sistem titik pemesanan kembali Setelah komputer pertama diterapkan secara berhasil dalam area akuntansi komputer diberikan tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan paling sederhana adalah pendekatan reaktif yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan barang dan sistem yang mendasarkan keoutusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali. Rumus titik pemesanan kembali Manajer manufaktur tidak perlu menebak untuk menentukan ROP.

    ROP dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : R = LU + S Dimana : R : titik pemesana kembali L : lead time pemasok U : tingkat pemakaian (jumlah Unit yang digunakan atau terjual per hari) S : tingkat safety stock (dalam unit) Material requirment planing Pada awal 1960-an Joseph Orlicky dari J.I. Case company membuat suatu pendekatan baru untuk manajemen material yang disebut perencanaan kebutuhan bahan baku (material Requirements planing -MRP).

    MRP adalah suatu strategi material proaktif : 1. Sistem penjadwalan produksi 2. Sistem material requrements planing Menetukan berapa banyak berapa material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan. 1. Sistem material requrements planing Bekerja berhubungan dengan sistem perencanaan kebutuhan kapasitas untuk memastikan bahwa produksi terjadwal sesuai dengan kapasitas pabrik. 1. sistem pelepasan pesanan Manufakturing resource planing Oliver Wight dan george plossl konsultan yang diakui mengembangkan konsep MRP diluar area manufaktur sehingga dapat meliputi seluruh perusahaan hasilnya disebut MRP II dan kepanjangan huruf-huruf tersebut telah dirubah menjadi Manufakturing resource planing Mamfaat MRP II Perusahaan dapat mengharapkan mamfaat satu atau dalam beberapa area. :

    ð Penggunaan sumber daya yang efisien ð Pererencanaa prioritas yang lebih baik

    ð Pelayangan pelanggan yang meningkat

    ð Informasi manajemen yang lebih baik

    Model sistem informasi manufaktur Sistem informasi manufaktur mencakup semua aplikasi komputer dalam area manufaktur sebagai sistem konseptual. Subsistem input Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasoknya. Subsistem informasi akuntasi Tugas pengumpulkan data yang menjelaskan operasi produksi paling dilaksanakan dengan menggunakan terminal pengumpulan data. Pegawai produksi memasukan data kedalam terminal dengan mengunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut peling sering berbentuk dokumen dengan bar codes yang dapat dibaca secara optis. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis.

    Setelah dibaca data tersebut dditrnsmisikan kekomputer pusat untuk memperbaharui data base. Subsistem Industrial Engineering Industrial Engineering(IE) merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan.

    Bagian penting IE melibatkan pengaturan standart produksi suatu unsur penting dalam menerapkan managemant by exception diarea manufaktur. Subsistem intelijen manufaktur Subsistem intelijen manufaktur membuat manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin. Informasi pekerja Manajer manufaktur sangat memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Jika para pekerja memilih unutk berserikat suatu kontrak menjelaskan harapan dan kewajiban baik perusahaan maupun serikat. Sistem formal Manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan kedepatrtemen sumber daya manusia. Sumber daya manusia kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai elemen lingkungan dan menhubungakan pelamar. Sistem informal Arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan penyelia mereka. Informasi pemasok Sebagaian besar departemen pembelian memilki beberapa pembeli yang mengkhususkan diri dalam mancapai efisiensi dan kwalitas produksi material yang dipesan harus tiba sesuai jadwal dan tingkat kualitas yang diharapkan.

    Subsistem persediaan Pentingnya tingkat perrsediaan Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karenamenggambarkan investasi yang besar uang yang tertanaman dalam persediaan tidak dapat digunakan dalam hal-hal lain. Tingkat persediaan suatu barang tertentu terutama dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya tingkat persediaan rata-rata dapat diperkirakan separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock. Biaya pemeliharaan Biaya tahunan menyimpan suatu persediaan tergantung pada jenis material yang disimpan. Biaya pemeliharaan atau biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang dan biaya tersebut mencakup faktor-faktor seperti kerusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi. Biaya pembelian Biaya yang meningkat adalah biaya pembelian yang mencakup biaya-biaya yang terjadi saat material dipesan, waktu pembelian, biaay telp, biaya sekretaris biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya. Kuantitas pesanan ekonomis Kuantitas pesanan ekonomis menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta menidentifikasi biaya kombinasi terendah. Kuantitas manufaktur ekonomis Kuantitas ekonomis lain dapat digunakan untuk persediaan barang jadi. Ini adalah kuantitas manufaktur ekonomis juga disebut ukuran lot ekonomis. Subsistem kualitas Kualitas sebagai keseuaian dengan apesifikasi pelanggandan memenuhi kriteria yang ditetapkan pelanggan. Tesis utama deming adalah bahwa bukan pekerja yang menentukan kualitas tetapi manajemen. Total quality manajemen Pendekatan menuju manajemen kualitas strategi yang paling banyak mendapatkan perhatian saat ini adalah total quality management (TQM) manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi senua pelanggan.

    Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :

    ð Kualitas didefinisikan oleh pelanggan

    ð Kualitas dicapai oleh manajemen

    ð Kualitas adalah seluruh tanggung jawab seluruh perusahaan Elemen-elemen TQM

    Filosofi TQM menyadari pengaruh penting dari dari pelanggan perusahaan menjalin hubungan dengan pelanggan dan pemasoknya yang diperlukan bagi proses produksis dan distribusi. Bagaimana sistem kualitas mempengaruhi kualitas produksi TQM menyediakan kerangka kerja bagi semua aktifitas perushaan yang berhubungan dengan kualitasdalam kerangka ini subsistem kualitas menyediakan bagian manajer informasi yang mengungkapkan seberapa jauh produk perushaan mencapai sasaran kualitas. Subsistem biaya Bagaimana subsistem biaya dapat digunakan untuk menjaga biaya menjalankan mesin produksi. Beberapa mesin memerlukan sedikit atau tanpa perawatan komputer personal adalah contohnya. Anda menggunakan hingga sesuatu rusak dan diperbaiki. Namun, mesin-mesin lain harus dirawat secara berkala.

    Manajemen manufaktur mengunakan perawatan prefektif sebagai cara untuk meminimumkan jam kerusakan. Unsur-unsur dasar pengendalian biaya Program pengendalian yang efektif dibangun berdasarkan dua unsur kunci:

    1. Standar kerja yang baik

    2. Sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya

    Bagaimana manajemen menggunakan sistem informasi manufaktur Sistem informsi manufaktur digunakan baik dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan. Manajer diarea manufaktur dan juga manajer diarea lain. Para eksekutif termasuk wakil presiden direktur manufaktur menerima informasi dari semua subsistem out put.

    Superintendent pabrik juga menggunakan ikhtisar output yang menjelsakan seluruh operasi. Manajer dalam pemsaran dan keungan juga menggunakan output itu pemasar tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas dan penyediaan karena faktor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada subsistem persediaan karena diguanakan dalam menentukan investasi persediaan dan pada subsistem persediaan karena digunakan dalam menentukan investasi persediaan dan pada subsistem produksi karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik.

    http://divinegift.dagdigdug.com/2008/09/12/sim-si-manufaktur/

     
  • oyt 11:30 pm on January 22, 2011 Permalink | Reply  


    Aduh studentsite ga bisa dibuka nih!

     
  • oyt 10:54 pm on January 22, 2011 Permalink | Reply  

    ANALISIS SIA DALAM PENJUALAN TUNAI INTERNAL PADA PT JAYA ABADI 


    ABSTRAKSI

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya kelemahan dan kebaikan dalam

    sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada PT. Jaya Abadi dan apakah

    pengendalian intern yang diterapkan oleh PT. Jaya Abadi sudah memadai.

    Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis sistem informasi akuntansi

    penjualan tunai dan melakukan modifikasi pada sistem tersebut yang disesuaikan untuk

    meningkatkan pengendalian internal. Pengendalian internal yang digunakan sebagai

    acuan adalah pengendalian internal yang dikeluarkan oleh COSO. Hasil penelitian

    diperoleh bahwa di temukan kelemahan dan kebaikan sistem informasi akuntansi yang

    dipakai oleh PT. Jaya Abadi terkait dengan pengendalian internnya sudah

    memadai.

    Kata Kunci :  Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai, Pengendalian Intern

    COSO.

    BAB I PENDAHULUAN

    Derasnya arus globalisasi menyebabkan pengaruh lingkungan usaha di tempat

    perusahaan beroperasi menjadi semakin luas dan kompleks, segala jenis perubahan yang

    berkembang di Indonesia akan lebih menghadapi banyak tantangan dari perusahaan

    sejenis yang bermunculan baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

    Hal ini mengakibatkan persaingan yang semakin ketat dan tajam. Untuk menjadi unggul

    dalam persaingan, perusahaan harus memiliki manajemen yang baik sehinggatujuan

    utama perusahaan tercapai yaitu mencapai laba yang maksimal secara efektif, efisien dan

    ekonomis.

    Seiring perkembangan teknologi saat ini, penggunaan komputer dalam sistem

    informasi akuntansi merupakan keharusan untuk memperlancar aktivitas-aktivitas dalam

    perusahaan agar pelaksanaan dapat lebih cepat, akurat dan efisien. Walaupun komputer

    memerlukan investasi yang lebih besar daripada manusia, namun kecepatan prosesnya

    memungkinkan untuk dapat menekan biaya yang timbul.

    Penulis mengambil obyek penelititan pada PD Jaya Abadi ini karena

    penjualan di perusahaan tersebut dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan,

    Terbukti dalam beberapa tahun belakangan PD. Jaya Abadi bekerja sama dengan penerbit buku terkenal seperti Erlangga, Yudisthira, dan WidyaUtama untuk mencetak buku pelajaran sekolah dan bekerja sama dengan Toko Buku GRAMEDIA dan Toko Buku Gunung Agung.

    Dalam operasinya, PT. JAYA ABADI melakukan penjualan secara tunai

    dan kredit. Penulis kali ini mengambil penjualan tunai dalam penulisannya, karena

    berhubungan langsung dengan kas. Kas yang merupakan roda penggerak dalam

    menjalankan aktivitas perusahaan memiliki sifat likuid. Karena sifatnya yang likuid,

    dalam kegiatan kas sering terjadi kecurangan dan penyelewengan oleh pihak-pihak intern

    perusahaan. Maka perlu juga diperhatikan sistem pengendalian internal dalam perusahaan

    tersebut.

    Pengendalian internal yang memadai di perlukan untuk mengkoordinasi dan

    mengawasi jalannya aktivitas perusahaan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari

    terjadinya hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian perusahaan seperti penyelewengan,

    kecurangan, pemborosan, dan pencurian baik dari pihak dalam maupun pihak luar

    perusahaan dalam menilai perusahaan serta untuk mengevaluasi dan mengambil tindakan

    perbaikan dalam mengantisipasi kelemahan perusahaan.

    Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka penulis mengambil

    judul ANALISIS SIA DALAM PENJUALAN TUNAI INTERNAL PADA PT JAYA ABADI

    Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan, maka penulis

    merumuskan masalahnya sebagai berikut :

    1.  Apakah  ada kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi akuntansi yang

    dipakai perusahaan ini?

    2.  Apakah sudah memadai pengendalian internal terhadap sistem inforrmasi

    akuntansi yang di pakai oleh perusahaan ?

    Dalam penulisan ini, penulis hanya membatasi pada sistem informasi akuntansi

    penjualan tunai pada PT. Jaya Abadi. Berdasarkan perumusan masalah yang

    telah penulis uraikan, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1.  Untuk mengetahui apakah ada kelemahan dan kebaikan dalam sistem informasi

    yang dipakai perusahaan ini.

    2.  Untuk mengetahui apakah sudah memadai pengendalian internal terhadap sistem

    informasi akuntansi yang di pakai oleh perusahaan.

    Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : Bagi Penulis dengan

    melakukan penelitian ini penulis dapat menambah  wawasan dan pengetahuan terapan

    disamping pengetahuan teoritis yang telah diperoleh  mengenai sistem akuntansi

    penjualan dan penerimaan kas. Bagi Perusahaan dengan melakukan penelitian ini

    perusahaan menyadari alternatif  pemecahan masalah yang terjadi dalam kegiatan

    perusahaan. Bagi Pembaca dengan melakukan penelitian ini Sebagai salah satu bahan referensi ntuk penelitian-penelitian selanjutnya.

    LANDASAN TEORI

    Menurut Chusing dan Romney (2001), informasi dapat diartikan sebagai

    pemrosesan hasil yang terorganisasi, berarti dan berguna bagi yang menerimanya.

    Menurut Bodnar dan Hopwood (2001), bahwa sistem informasi akuntansi adalah

    kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentranformasikan data menjadi informasi- informasi ini dikomunikasikan ke beragam pemakai.  Definisi lain yang diberikan oleh Moscove (1981), yang dikutip oleh Baridwan (2003), bahwa sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi financial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti kantor pajak, investor,dan kreditor) dan pihak internal (terutama manajemen).

    Definisi pengendalian internal menurut IAI (2000), pengendalian internal adalah

    suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan berikut :

    a.  Keandalan pelaporan keuangan.

    b.  Efektivitas dan efisiensi operasi.

    c.  Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

    Di Indonesia, bagi institusi pemerintah ataupun swasta adalah keharusan penyelenggaraan internal control berbasis framework COSO (internal control COSO)

    tertuang dalam pasal 22 Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/M-MBU/2002

    tentang penerapan good governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa manajemen BUMN harus memelihara internal

    control bagi perusahaan yang meliputi:

    a.  Lingkungan Pengendalian

    b.  Penilaian Risiko

    c.  Prosedur Pengendalian

    d.  Informasi dan Komunikasi

    e.  Monitoring

    Berikut ini disajikan penelitian-penelitian terdahulu yang meneliti sama dengan

    yang penulis lakukan.

    Tri Pudjadi, Harto Tom Junior. Dalam penulisannya tujuan penelitiannya adalah

    melakukan analisa terhadap proses bisnis penjualan dan penerimaan kas perusahaan Xtrans Travel yaitu perusahaan jasa angkutan antar kota yang berkantor pusat di Jakarta dan mempunyai beberapa kantor cabang take and drop di tiap kota Bandung dan Jakarta.

    Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini ialah laporan penjualan dan kas yang

    terlambat, karena harus menunggu data dari cabang yang terkumpul sebelum membuat laporan tersebut. Hal ini disebabkan karena prosedur pemesanan sampai pembuatan laporan yang masih manual; Rekomendasi penelitian adalah membuat analisa dan perancangan sistem informasi akuntansi dengan pendekatan object oriented dan dengan sistem pengendalian internal yang memungkinkan kontrol berdasarkan otorisasi antara bagian dalam perusahaan. Hasilnya dibuatkan prototip sistem di mana pemesanan dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun oleh penumpang dengan menggunakan web dan mencetak bukti pesanan sendiri.

    Noerlina N; Ratna L.S.S,. Dalam penulisannya, berisi tentang perancangan

    sebuah sistem yang baik harus memperhatikan masalah penerapan sistem pengendalian internal. Sistem pengendalian internal pada PT SAAG Utama memiliki beberapa kelemahan, yaitu sistem pencatatan transaksi penjualan dan piutang dagang yang dijalankan masih kurang efisien. Dengan adanya sistem informasi akuntansi penjualan dan piutang dagang yang dirancang dengan mempertimbangkan pengendalian intern yang

    baik, dapat membantu manajemen mengendalikan transaksi piutang usaha melalui

    perbaikan struktur informasi pada laporan, penerapan manajemen kredit yang disertai

    pengawasan teratur, dan membantu karyawan PT SAAG Utama melaksanakan

    pekerjaannnya dengan efisien dan efektif.

    Anggara Hayun A. Artikel membahas cara merancang model sistem informasi

    produksi, distribusi, dan penjualan dengan mengambil kasus pada PT. X. perancangan

    model informasi produksi, distribusi, dan penjualan merupakan kebutuhan, terutama bagi

    para pengambil keputusan di perusahaan. Dengan adanya sistem   informasi

    produksi, distribusi, dan penjualan dapat memudahkan perusahaan dalam mengendalikan

    dan memantau kegiatan tersebut menjadi lebih optimal, efisien, dan efektif. Perancangan

    model sistem informasi produksi, distribusi,dan penjualan ini merupakan pengembangan

    dari metode operasional research.

    (More …)

     
  • oyt 5:24 pm on January 22, 2011 Permalink | Reply  


    UAN, adalah 3huruf yg sangat ditakuti oleh para murid diseluruh Indonesia! Bayangin aja, jerih payah kita bersekolah selama 3tahun ditentuin lulus atau enggaknya cuma dlm 3hari doang. Parah ga tuh sistem? Ya bisa dibilang kaya pemilu, 5menit utk 5tahun. Tapi UAN 3hari untuk selamanya(kaya judul pilem).Huhu

    Apalagi setiap tahun Pemerintah selalu naekin standar minimum nilai kelulusan,
    Bayangin kalo kalian ga lulus? hidih serem banget yak, pasti malu banget tuh! Payah dah menteri Pendidikan kita. huhh
    Makanya Bang Kadal sedikit-sedikit mau kasih Tips dan Trik buat menghadapin UAN, biar jelek begini, tapi saya Waktu UAN nilainya bagus dan Lulus dengan nilai yang memuaskan loohh

    Berikut saya mau ngasih Beberapa Tips and Trik dalam menghadapi UAN, ngasal dikit gapapa yaa :)

    • Jaga kesehatan, itu penting banget! Hindari capek, terutama hindari begadang.
    • Rajin beribadah, karena berusaha tanpa ibadah itu engga berkah. Siapa tau yang otaknya agak lola tapi selalu rajin beribadah nanti dengan do’a tersebut dibantu sama Tuhan.
    • Rajin belajar, kalo perlu ikut bimbel, yang penting jangan makan barbel ! (jangan males)
    • Minta restu ama orang-orang terdekat, minta didoain, minta maaf kalo ada salah sama mereka, tapi jangan minta putus sama pacar! *curcol diputusin pacar waktu mau UAN*

    • Baekin pengawasnya, sediain makanan atau koran kek diatas mejanya biar dia lengah.
    • Kerjasama ama temen yang pinter, kalo kamu lebih pinter, bantu temen kamu. Ga ada salahnya kan..
    • Jawab Soalnya harus teliti, jangan Ngasal! lupakan @SerbaNgasal sejenak, kami akau selalu ada di hatimu.. unyyuuu so sweet! #unyumoment
    • Jawab soalnya harus Pake Pensil 2B ! jangan pake yang lain! apalagi kalo lo pake Pensil 36B, Bedak, Lipstik dan Kosmetik, mau ngejablay??

    Nah itu sedikit tips dari Bang Kadal, Semoga bermanfaat, selamat UAN dan semoga sukses lulus 100.Amien!*JANGAN PERCAYA ama bocoran jawaban UAN, gw pernah beli jawaban seharga 150.000/orang,katanya 100% asli tembus, tapi ternyata ga sama kode soalnya. Rugi kan?

     

    sumber: http://serbangasal.blogspot.com/2011/01/tips-dan-trik-dalam-menghadapi-uan.html (Blog Pribadi saya yang lain)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.