FENOMENA RASKIN


Permasalahan: “RASKIN, apakah benar Beras Untuk Keluarga Miskin”

Pada saat ini, di daerah rumah saya sedang ramai-ramai membicarakan tentang Program Beras miskin yang disebut RASKIN, kebetulan ibu saya sebagai ibu PKK yang membantu mendistribusikan beras dari pemerintah kepada warga yang berhak menerimanya, oleh karena itu saya tertarik untunk memangkat tema ini sebagai salah satu topik yang akan dibahas dalam tugas Kewarganegaraan kali ini.

TEMA    : “FENOMENA RASKIN”

Analisis Masalah :
1. Harga Beras Rp. 2000/kg .
karena ini beras untuk keluarga miskin, oleh karena itu beras dijual dengan harga murah.

2. Setiap kepala keluarga berhak membeli maksimal 4kg Beras.
karena jatah pendistribusian RASKIN dari pemerintah daerah sangat terbatas, oleh karena itu setiap kepala keluarga hanya berhak membeli RASKIN sebanyak 4kg atau Rp. 8000

3. yang berhak mendapatkan beras miskin hanya orang ekonomi kelas menengah ke bawah.

Identifikasi Permasalahan :

sebelum pembagian Raskin dilakukan, tentunya panitia(dalam, hal ini ibu-ibu PKK) tentunya dapat memprediksi akan adanya suatu permasalahan yang mungkin akan terjadi nanti, berikut ini adalah identifikasi masalah beserta alasannya :

1. Pendistribusian beras tidak merata.
Jelas ini merupakan permasalahan yang tak bisa dihindari, mungkin karena ada faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, diantaranya karena keterbatasan jumlah Raskin yang tersedia lebih sedikit daripada jumlah pembeli beras miskin.

2. Ada oknum yang memonopoli beras dengan cara membeli beras dengan jumlah yang banyak.
Mungkin ada pihak yang tidak berkepentingan ingin ambil keuntungan dari pembagian beras miskin ini, ia bisa saja membeli beras dalam jumlah yang banyak, untuk ditimbun atau dijual kembali dengan harga yang normal(misalnya beras di oplos).

3. Ada orang yang secara keuangan berekonomi mampu(menengah keatas) tapi ikut membeli.

Penanganan Permasalahan :

Untuk menghilangkan permasalahan tersebut, atau setidaknya meminimalisir kesalahan dalam praktek pembagian RASKIN, maka panitia membuat suatu langkah-langkah yang menurut saya sudah cukup baik dan benar, langkah tersebut diantranya :

1. Panitia mendata siapa saja warga yang berpendapatan minim yang berhak menerima raskin agar pembagian raskin tepat kepada yang berhak menerimanya.

2. Panitia meminta bantuan dari pihak yang berwenang dalam hal ini ketua RW, ketua RT, maupun petugas keamanan untuk mengawasi jalannya pembagian RASKIN dan menangani setiap keluhan dari warga.

3. Kepala keluarga yang perokok tidak berhak menerima RASKIN, nah pada poin kali ini saya cukup bingung, kenapa ya perokok tidak mendapatkan Raskin, setelah saya bertanya kepada ibu saya, ia menjawab “iya masa beli rokok yang sebungkusnya Rp. 8000 aja mampu, masa beli beras aja ga mampu” . hehe apakah alasan ini dapat diterima? ya saya rasa cukup masuk akal juga. hehe