Orang Miskin Ga Boleh Masuk Rumah Sakit


Waduh dari judulnya aja udah serem tuh, maaf ya sebelumnya, untuk menghindari kasus ibu yang waktu itu pernah dituntut sama Suatu Pihak Rumah Sakit karena  menjelekkan institusi pemerintahan(RS), oleh karena itu saya ngga mau sebut “MERK”

 

Pada awal Bulan Oktober Ini, tetangga tepat di samping rumah saya mendapatkan suatu kebahagiaan yaitu diberikan/dititipkan Anugerah dari Allah SWT yakni seorang putri yang lahir ke Dunia, Sontak Bapak Nurrohman dan sang istri-pun sungguh berbahagia karena anak ketiganya adalah seorang perempuan setelah dua anak sebelumnya adalah putra.

Namun lahirnya sang putri tidak hanya merupakan kabar yang membahagiakan, namun disisi lain timbulnya masalah baru yaitu masalah dana persalinan yang tidak sedikit alias memakan biaya yang cukup besar. Untuk sekedar informasi, sang bayi sebelumnya sulit dikeluarkan dari rahim sang ibu lantaran sang ibu tak kuat tenaga untuk mengeluarkan bayi tersebut hingga sang ibu yang sebelumnya diperkirakan akan bersalin di Bidan namun terpaksa di Rujuk Ke Rumah Sakit akibat peralatan di bidan yang tak cukup canggih.

Setelah di bawa ke Rumah Sakit, ternyata pihak Rumah Sakit lantas tanpa sepengetahuan sang suami dari ibu yang ingin melahirkan tersebut memutuskan untuk mengoperasi cesar rahim sang ibu, namun sang suami yang berprofesi sebagai tukang sampah merasa keberatan karena dapat kita ketahui bersama kalau operasi cesar itu memakan biaya yang sangat besar, setelah lama-kelamaan, akhirnya si ibu mendapatkan “pembukaan” dan persalinan secara normal-pun terlaksana dan syukurnya sang ibu selamat.

Namun masalah belum cukup sampai disitu, sang bayi yang cukup lama tertahan di dalam perut ternyata meminum air ketuban yang pecah di dalam perut sang ibu, sehingga harus di rawat secara intensif di Ruang Inkubator selama 10 hari. Nah bayangkan perawatan bayi di ruang inkubator dalam seharinya saja menelan biaya sebesar Rp. 500.000,- . Bagaimana kalau 10hari perawatan?? sang bapak yang berprofesi sebagai tukang sampah harus membayar biaya perawatan sang bayi sebesar Rp. 5000.000 ditambah biaya persalinan sang ibu sebesar Rp. 1000.000,- . tentulah sang bapak tidak sanggup membayar biaya sebesar itu.

 

Segala cara ia lakukan untuk mendapatkan keringanan biaya, dari menggunakan ASKES(Asuransi Kesehatan) sampai GAKIN (Garansi Keluarga Miskin), semuanya sulit mendapatkan persetujuan, ada saja pihak yang mempersulit untuk mencairkan dana tersebut, dari Kelurahan, Rumah Sakit, maupun Puskesmas katanya masih ada persyaratan yang belum lengkap sampai-sampai sang bapak mesti bulak-balik Rumah Sakit-Kelurahan-dan PUSKESMAS setempat berkali-kali, namun ada saja kendalanya, akhirnya  Sang Bapak tersebut  curhat dengan saya, menumpahkan segala macam unek-uneknya sampai-sampai ia menangis meratapi nasib anaknya yang ditahan di Rumah Sakit akibat tidak mampu membayar biaya perawatan. Sampai tulisan ini dibuat, yakni 12hari setelah kelahiran sang putri, rupanya pak Nur Rohman belum bisa menebus dan sang putri kecil masih di “Tahan” di Rumah Sakit sampai bapak Nur Rohman bisa melunasi pembiayaan baik biaya persalinan maupun biaya perawatan bayi-nya.

Ternyata memang benar fenomena di Negeri ini, dimana Rakyat Miskin sulit untuk mendapatkan kehidupan yang layak maupun jaminan kesehatan yang layak, semoga kisah ini dapat mengilhami dan membuka mata seluruh kalangan atas dan semoga tidak ada Bapak Nurrohman lain di luar sana. Terima Kasih