Recent Updates Page 2 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • oyt 11:09 pm on January 8, 2011 Permalink | Reply  

    Harga Cabe Melejit, Wargapun Menjerit 


    Cabe, adalah suatu sayur/buah (nah loh bingung, sayur apa buah ya??) , whatever yang pasti memiliki warna merah, hijau ataupun orange dan memiliki rasa pedas. Cabe merupakan pemberi rasa pedas alami pada makanan.

    Tentu lidah  orang Indonesia menyukai makanan yang pedas-pedas, termasuk saya.Kalo makan bakso, rujak, ataupun mie maunya pake banyak sambelnya biar rasanya lebih DAHSYAT!!, dan sambelpun dibuat dengan menggunakan cabai.

    Namun akhir-akhir ini perbincangan tentang cabai mulai hangat dibicarakan, bagaimana tidak, harga cabai yang semula hanya berkisar Rp. 20.000-Rp. 30.000,- perkilogram-nya kini melejit drastis ke kisaran Rp.50.000 ,- sampai Rp. 80.000,- bahkan dibeberapa daerah sampai menyentuk Rp[. 100.000,- perkilogramnya , GILA BANGET kan??

    Kita juga tidak tahu mengapa harga cabai bisa melonjak sangat drastis banget, tapi kata  menteri perdagangan(menurut berita di TV), lonjakan harga cabai disebabkan oleh kelangkaan cabai akibat cuaca buruk, ya ya ya lagi-lagi yang disalahkan cuaca.

     

    Namun ditengah lonjakan harga cabai yang sangat mahal, seharusnya para petani cabai “SEHARUSNYA” mendapat keuntungan yang sangat besar dong,iya ngga?? Namun ironisnya mereka sama sekali tidak mendapatkan keuntungan, malah sampai ada yang mendapatkan kerugian karena tanaman cabainya ada yang menjarah, kasihan banget kan?

    Kira-kira siapa sih yang menaikkan harga cabai sampai tinggi begitu??

    Kata menteri Perekonomian, Bapak HattaRadjasa : “Yaudahlah, kalo harga cabai mahal,  masyarakat jangan makan dengan sambal cabai”
    , nahloh ga bisa gitu dong pak! kita kan orang indonesia, ga bisa makan enak kalo ga pake sambel, huuh..

    Bayangkan kalo harga cabai terus melejit, Saya yakin bakal banyak Warung Makan Padang yang gulung tikar karena lantainya bersih, eh salah.. Karena usahanya bangkrut, yaiyalah masakan padang kan pedes-pedes. hhmm

     

    Pokoknya sebagai masyarakat Indonesia dan Pecinta Cabai, saya menuntut agar Pemerintah turut andil dalam menstabilkan harga cabai, kasihan orang miskin.

     

    TURUNKAN HARGA CABAI!! GA ENAK MAKAN GA PAKE CABAI!! MERDEKA !!

    Advertisements
     
  • oyt 4:55 pm on December 30, 2010 Permalink | Reply  

    Mengapa Twitter lebih menarik dari Facebok 


    Yah memang sebenarnya facebook saat ini lebih popular daripada twitter, jumlah user facebook lebih banyak daripada user twitter, dan saat postingan ini ditulis, dari 100 urutan web terbanyak diakses di Indonesia, facebook menempati no 1 sedangkan twitter menempati urutan 17.

    Namun jika kita lihat dari sisi lain “twitter ternyata lebih menarik daripada facebook”. Saya yakin suatu saat semua orang bosan dengan facebook, dan itu mulai terlihat sekarang, banyak teman tidak aktif lagi bermain facebook, tidak seperti masa awal booming.

    Apa saja yang menarik dari twitter? dan apa saja yang membedakannya dengan facebook?
    1. Hanya 140 karakter
    2. Update status twitter hanya dibatasi 140 karakter (huruf, angka, simbol, atau spasi) sedangkan update status di facebook awalnya dibatasi 160 karakter kini dinaikkan menjadi 420 karakter. Karena di twitter hanya 140 karakter, maka kita harus menulis yang singkat dan perlu saja, apalagi kalau menyertakan tautan (link) kita benar-benar harus berpikir untuk memilih dan menyingkat kata. Sedangkan di facebook update status bisa panjang, bisa jadi satu paragraf, mungkin bisa menulis satu lirik lagu penuh :). Akhirnya kalau update status di facebook tidak usah bingung memilih dan menyingkat kata, tidak heran update status di facebook kadang ada yang terkesan bombastis :D.

      semua 140 karakter
    3. No threaded comment
    4. Di facebook cara membalas update status adalah dengan menuliskan komentar yang muncul di bawah update status tersebut, begitu seterusnya secara berurutan (threaded). Di twitter beda, cara membalas update status adalah dengan menulis update status baru dengan menyertakan @namaorang yang dibalas. Ini yang membuat twitter menjadi istimewa. Bayangkan jika ada seseorang menulis update status hanya ditujukan untuk kita, tulisan itu diposting di halamanya, tentu tweet tersebut jadi lebih berkesan, kita jadi sungkan jika tidak me-reply. Karena itu di twitter user harus lebih aktif “menyapa” supaya dapat banyak tweet balasan 🙂 (Cara reply menggunakan simbol “@” baru-baru ini juga ditiru oleh facebook)

    5. Followings dan followers
    6. Di twitter, kalau kita ingin mengikuti update status seseorang, harus menjadi “follower” tanpa “meminta” pertemanan (kecuali untuk yang mengaktifkan privacy). Jika di-follow, kita tidak harus membalas menjadi follower dia. Jadi timeline hanya berisi update status orang-orang yang kita pilih saja. Jika suatu saat tidak suka, kita bisa unfollow orang tersebut, otomatis update statusnya tidak ada dalam timeline kita. Di facebook, semua teman bisa membaca update status kita. Sebaliknya, kita juga bisa membaca update status semua teman kita itu. Tidak dibedakan apakah teman akrab / dekat, atau teman yang belum kenal sekalipun. Update status semua teman muncul di beranda kita, sulit mengatur supaya di beranda hanya muncul update status orang-orang yang kita pilih, mungkin caranya hanya dengan “memutuskan pertemanan”.

    7. Tanpa konfirmasi
    8. Di Twitter, Jika tidak mengaktifkan privacy, maka semua orang bisa membaca update status kita, termasuk orang yang belum punya akun twitter. Semua orang juga bisa follow tanpa harus meminta konfirmasi dari kita. Mungkin alasan ini yang membuat beberapa artis, selebritis, politikus, mentri, sampai presiden punya twitter. Akun mereka biasanya di follow oleh ribuan orang. Kalau di facebook tentu repot mengkonfirmasi satu-persatu permintaan teman yang jumlahnya puluhan ribu :).

    9. No game No quiz
    10. Sebenarnya layanan resmi dari twitter hanya update status tanpa aplikasi lain seperti foto, video, dan lain-lain. Jika di twitter bisa melakukan itu adalah karena bantuan aplikasi di luar twitter. Karena hanya update status, maka pembicaraan di twitter akan lebih fokus dan menarik, misalnya ketika ada musibah gempa, berita di twitter akan terasa lebih aktual. Sementara di facebook pada saat yang sama (saat terjadi gempa) masih terlihat orang-orang yang sibuk main game (contoh: mafia wars, pet society dan lain-lain), atau muncul juga laporan quiz-quiz yang kurang penting. Baru-baru ini facebook telah mengeluarkan versi lite dimana tidak memunculkan game dan quiz di beranda kita. (merasa tersaingi twitter?)

      facebook lite no quiz no game
    11. Hashtags (#) dan Trending Topic
    12. Hashtags dipakai untuk menandai topik tertentu dalam pembicaraan di twitter, simbol yang digunakan adalah “#”. Dengan menggunakan hashtags, update status bisa dikelompokkan berdasarkan topik dalam hasil pencarian. Beberapa contoh hashtags yang pernah menjadi Trending Topic: #indonesiaunite, #jamansd, #mbahsurip, #pengakuan
      Trending topic adalah topik-topik yang sedang ramai dibicarakan oleh tweeps, biasanya ditampilkan 10 list di sidebar kanan timeline. Trending topic bisa bermanfaat bagi corporate branding dalam target pemasaran mereka, bisa pula bermanfaat bagi politikus untuk melihat isu-isu aktual, dan bermanfaat untuk siapa saja dalam mengikuti trend global, contoh: rilis film terbaru. Dan masih banyak manfaat lainnya. Hashtags dan Trending topic ini belum ada di facebook

    13. Banyak tools dan aplikasi pendukung
    14. Coba lihat timeline twitter kita, postingan tweet berasal dari macam-macam tools atau aplikasi, misalnya: tweetdect, ubertwitter, tweete, hahlo, twitpic, twhirl, twitterfox, dan lain-lain kalau disebutkan bisa ratusan 🙂 salah satu contoh list aplikasi / tools pendukung twitter silahkan cek disini. Dan aplikasi tersebut bisa dipakai dari bermacam-macam platform: mulai web, mobile, Blackberry, iPhone, dan lain-lain. Kadang di beberapa aplikasi malah memiliki fitur yang lebih lengkap, lebih kompleks, lebih canggih daripada akses lewat web twitter itu sendiri. Misalnya di web twitter tidak ada fasilitas RT (retweet) tapi di aplikasi lainnya ada, di twitter tidak bisa upload foto, tapi kita bisa upload foto di twitpic. dan lain-lain. Sangat fleksibel. Lalu apakah facebook memiliki tools/aplikasi pendukung sebanyak twitter? jawabannya adalah: “tidak” 🙂

      from Tony Gigov
    15. Posting bersama berdasarkan group / minat
    16. Satu hal lagi yang belum ada di facebook adalah group posting, atau postingan orang banyak yang muncul dalam satu akun twitter. Contohnya: @infoll info lalu lintas jabotabek dan seluruh Indonesia, Grup-grup tersebut memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing, ada yang informatif, kuliner, gokil, pasar, sampai religius, semuanya ada (dan masih banyak grup lainnya) postingan gokil yang pernah menjadi trending topic

    17. Mudah ditampilkan di Web / Blog
    18. Postingan twitter bisa kita tampilkan di web / blog, baik berupa widget juga bisa diintegrasikan bersama postingan konten. Postingan twitter juga memiliki RSS feed, sehingga data mentah dari twitter bisa flexibel di tampilkan dimana saja. Sebaliknya, update status di facebook belum bisa ditampilkan di web/blog dalam bentuk text. bisa ditampilkan tapi dalam bentuk image bersama widget facebook badge, tentunya sangat terbatas pengaturannya. Ada sangat banyak plugin pendukung twitter untuk CMS WordPress *mungkin jumlahnya mencapai puluhan atau ratusan, silahkan cek sendiri :)*. Sedangkan plugin twitter untuk CMS Joomla sudah mencapai 69 plugin (berdasarkan hasil pencarian).

    19. Banyak free icon
    20. Burung berwarna biru adalah salah satu contoh icon paling popular untuk twitter, ada juga icon huruf “t” kecil yang diambil dari logo twitter. Icon-icon tersebut sangat banyak kita temui. Kita bisa download secara gratis, dan kita bisa memakainys sebagai banner atau button atau icon di website kita.

      sumber: http://www.myfreeareas.co.cc/2010/10/10-alasan-mengapa-twitter-lebih-menarik.html

     
    • anonim 10:17 am on March 10, 2011 Permalink | Reply

      wah maaf, tidak setubuh nih,
      Facebook kan social networks, twitter kan mini blog, jadi ga bisa disamain
      kalo pun orang2 udah pada ga aktif facebook dan ikut2an main twitter itu cuma karen trend dan mau gaul,,

      percaya ga percaya, nanti juga pasti pada balik lagi ke facebook kalo twitter nya masih memiliki segudang keterbatasan.. ini cuma masalah trend..

      padahal jelas dari fitur facebook lebih menwarkan kelengkapan untuk bersosialisasi,

      • oyt 3:22 pm on April 23, 2011 Permalink | Reply

        wah iya juga mas, masalah ini relatif ya, pendapat mas memang benar banyak pengguna twitter baru yang ‘ikutin trend’ biar dibilang gaul. Namun secara tidak disadari kualitas pengguna facebook kini cenderung menurun, banyak akun facebook palsu atau banyak Nama pengguna facebook yang terkesan ‘ALAY’ karena sulit dibaca.
        jadi masalah ini relatif mas 😉

  • oyt 2:30 pm on November 19, 2010 Permalink | Reply  

    Pengendalian Sistem Informasi Secara Konsep 


    TUJUAN SIA
    Secara umum, Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapatujuan, yaitu:
    1. Mendukung kegiatan operasi sehari-hari (Transaction Processing System)
    User dari AIS, terkait dengan TPS:
    INTERNAL: manajer dan employee
    EKSTERNAL: konsumen (tagihan), pemasok (order pembelian dan cek), karyawan (cek gaji), bank (lap keu dan pembayaran utang)
    2. Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan internal
    Misal: keputusan untuk membeli atau membuat sendiri
    3. Memenuhi kewajiban terkait dengan pertanggungjawaban perusahaan
    Misal: membayar pajak ke Negara, menyusun laporan keuangan (bagi perusahaan yang go public)
    Fungsi2 dalam mentransformasi data menjadi informasi
    • Pengumpulan data
    • Maintenance data: mengklasifikasikan, mengcopy, mensortir, mengelompokkan, menggabungkan, melakukan penghitungan, meringkas, dan membandingkan.
    • Mengelola data
    • Mengendalikan data, dengan dua tujuan 1) mengamankan harta kekayaan organisasi, dan 2) memastikan bahwa data yang direkam adalah data yang akurat dan lengkap dan diproses secara benar.
    • Proses menghasilkan informasi
    Sub System AIS
    • Siklus buku besar dan pelaporan keuangan
    • Siklus penjualan
    • Siklus pengeluaran
    • Siklus konversi
    • Siklus manajemen sumber daya manusia
    Peran Sistem Informasi dalam Menciptakan Nilai
    • Meningkatkan efisiensi
    • Meningkatkan keakuratan dan kekinian (up-to-date) catatan perusahaan
    • Meningkatkan kualitas produk dan jasa
    • Meningkatkan kualitas perencanaan (penyusunan anggaran) dan pengendalian
    Komputerisasi Proses Akuntansi
    Melihat karakteristik komputer dan karakteristik proses akuntansi, dapat disimpulkan bahwa ada bagian dari proses pencatatan yang fungsinya dapat diganti dengan komputer. Bila dipelajari sifatnya, proses mulai dari penjurnalan sampai ke pelaporan sebenarnya bersifat matematis (karena hubungan buku besar dapat ditunjukkan dalam persamaan akuntansi, sistematis (karena urutan mengerjakannya jelas) dan logis (karena unsur pertimbangan atau judgement tidak terlibat lagi). Dengan kata lain, proses tersebut sifatnya adalah penambahan, pembandingan, penyortiran, pereklasifikasian, dan peringkasan dengan cara tertentu yang sudah jelas atau pasti. Pekerjaan atau tugas yang demikian biasanya menjadi objek komputerisasi.
    Dengan sistem komputer seperti di atas maka langkah yang paling kritis adalah langkah analisis transaksi karena kalau langkah ini salah, hasil pengolahan data oleh komputer juga ikut salah. Yang menjadi persoalan adalah siapakah orang yang bertugas untuk melakukan pemasukan data (data entry). Tentu saja tidak setiap orang dapat melakukan hal tersebuut. Hanya orang/operator tertentu yang diotorisasi dapat melakukan pemasukan data. Sistem akuntansi dengan komputer itu sendiri biasanya juga dilengkapi dengan mekanisme pengamanan sehingga tidak setiap orang dapat mengubah data walaupun orang tersebut masih tetap dapat menggunakan komputer yang sama untuk tujuan lain. Untuk dapat menjalankan program dan melakukan pemasukan data orang/operator yang diotorisasi untuk itu diberi kode khusus (disebut password) agar dapat membuka file akuntansi dan melakukan pencatatan transaksi tertentu. Cara ini merupakan salah satu contoh pengaman dan merupakan salah satu cara untuk menentukan orang yang bertanggung jawab bila terjadi kesalahan atau penyalahgunaan informasi.
    Komunikasi dengan komputer dilakukan melalui terminal yang terdiri atas keyboard, layar monitor dan printer. Dalam perusahaan yang besar yang mempunyai komputer berskala besar, komputernya sendiri biasanya tidak tampak atau tidak terletak di dekat terminal tersebut tetapi khusus terletak di tempat yang disebut pusat komputer. Dalam hal mikrokomputer, semua perangkat komputer menjadi satu kesatuan dan berdiri sendiri sebagi suatu sistem.
    Walaupun dengan penggunaan komputer kegiatan-kegiatan dalam siklus akuntansi manjadi tidak ada lagi, konsep yang dipelajari dalam sistem akuntansi manual tetap diperlukan karena apa yang dikerjakan oleh komputer tetap mengikuti konsep yang digunakan dalam sistem akuntansi manual. Laporan seperti daftar piutang, daftar utang dan laporan interim dapat disusun dan dicetak setiap saat dengan segera. Kalau data penyesuaian telah dimasukkan dalam komputer maka laporan keuangan akhir dapat segera dicetak. Oleh karena itu, dalam sistem komputer tidak diperlukan lagi kertas kerja seperti pada sistem manual. Perlu dicatat bahwa konsep pelaporan keuangan tidak dapat diganti oleh komputer, yang dapat diganti dengan komputer adalah proses pengolahan datanya. Oleh karena itu, bagian akuntansi yang mengolah data dengan komputer sering disebut dengan bagian Electronic Data Processing (EDP) yang selain mengolah data akuntansi bagian ini juga mengolah data perusahaan yang lain.
    Sistem Informasi akutansi Berbasis Komputer
    Sistem Informasi akutansi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis padakomputer.
    Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapaitujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan mengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).
    Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
    1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
    2. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
    3.Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
    4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
    Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
    5.Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
    6.Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
    Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
    Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
    7.Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
    8. Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
     
  • oyt 12:54 pm on November 18, 2010 Permalink | Reply  

    System Informasi Penjualan 


    System Informasi Penjualan adalah sub system informasi bisnis yang mencakup kumpulan procedure yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan, mulai dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya Tagihan/Piutang Dagang.

    Jenis Penjualan

    Terdapat beberapa cara dalam menjual. Untuk itu sistem yang diaplikasikan disesuaikan dengan operasi dilapangan. Dalam pembahahan ini saya membahas pada sebuah perusahaan dagang yang  teridentifikasi beberapa jenis Penjualan di Perusahaan ini yaitu ;

    • Penjualan Langsung yaitu penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan langsung dikirim ke customer.
    • Penjualan Stock Gudang yaitu penjualan barang dari stock yang telah tersedia di gudang
    • Penjualan Kombinasi  ( langsung + Stock ) yaitu penjualan dengan mengambil barang sebagian dari supplier dan sebagian daris stock yang tersedia di gudang.

    Unit Organisasi yang terkait

    Procedure penjualan melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan dengan maksud agar transaksi penjualan yang terjadi dapat diawasi dengan baik.[1] Dalam system berjalan sesungguhnya terdapat unit-unit fungsional namun belum mendukung arus informasi dapat berjalan dengan baik. Hal ini merupakan salah satu hambatan yang menyebabkan proses pencatatan transaksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    Terdapat 8 (Delapan) unit organisasi yang diperlukan dalam sistem penjualan dan pembelian yaitu :

    1. Bagian Order Penjualan
    2. Bagian Otorita Kredit
    3. Bagian Billing/Piutang
    4. Bagian Stock & Delivery
    5. Bagian Buku Besar
    6. Bagian Pembelian
    7. Bagian Gudang
    8. Bagian IT/Pengolahan Data Elektoronik

    Dokumen yang digunakan

    1. Penawaran Harga  (PH)
    2. Order Form  (OF)
    3. Memo
    4. Purcahse Order (PO)
    5. Surat Pengantar Supplier (SPS)
    6. Berita Acara Penerimaan
    7. Delivery Order / Surat Pengantar / Surat Jalan (DO/SP/SJ)
      1. 1 & 2 Tembusan pengiriman
      2. 3 Tembusan langganan
      3. 4.  Arsip bagian delivery
    8. Surat Perintah/permintaan Pengeluaran barang (SPB)
    9. Invoice/Faktur
      1. 1. Invoice
      2. 2. tembusan Piutang
      3. 3. tembusan Jurnal
      4. 4. arsip di bagian order penjualan
    10. Faktur Pajak
      1. 1. Faktur Pajak
      2. 2. Arsip
      3. 3. Extra Copy
    11. Kwitansi

    Sumber daya

    • Hardware         : Menggunakan fasilitas yang telah tersedia dengan tambahan link
    • Brainware : Menggunakan Personal yang telah ada dengan memberikan pelatihan

    Strukture Organisasi

    • Melakukan konsolidasi

    Sasaran

    • Automatisasi  system akuntansi Penjualan
      • Terbentuk system pengolahan data terdistribusi
      • Mengurangi volume pekerjaan bagian akuntansi
      • Menghindari keterlambatan laporan akuntansi Penjualan
      • Dll

    Waktu yang diperlukan

    • Aplikasi Penjualan sudah dapat digunakan Juni 2005 untuk bagian-bagian tertentu dan efektif mulai awal periode akuntansi 2006

    Biaya

    • Konsultan/dokumentasi :  –
    • Programmer                             :  –
    • Pelatihan                                   :  –

    Uraian Prosedur

    Bagian Order Penjualan / Sales/Marketing

    1. Merima Order dari langganan. Order dari langganan diterima dalam bentuk (PO) dari langganan melalui fax atau  secara langsung yang kemudian dicatat dalam order form. Permintaan secara lisan melalui Telephone tidak dapat dilayani.
    2. Memverikasi order langganan mencakup data pelanggan secara lengkap termasuk alamat penyerahan barang yang diinginkan customer, Quantity, dan merawat validasi data tersebut melalui workstation yang ada pada bagian penerimaan order untuk mengecek  pemenuhan order, meliputi nama product, nomor surat pesanan atau pemesan, harga, tanggal penyerahan barang, dll.
    3. Mencatat order langganan ke sistem komputer dan menerbitkan dokumen order penjualan. Dokumen ini selanjutnya berfungsi  sebagai surat permintaan pengadaan barang (stock request). Bila barang yang dipesan tidak tersedia atau persediaan di gudang tidak mencukupi, maka akan direkam sebagai back order. (order yang belum terpenuhi). Order penjualan di print out melalui printer di bagian penerimaan order
    4. Membawa dokumen order penjualan ke bagian otorita kredit untuk mendapat persetujuan penjualan kredit. Bila Customer tetap dapat langsung ke bagian Stock & Delivery.
    5. Mengadakan contact dengan pelanggan mengenai pemenuhan order.

    Bagian Kredit

    1. Menerima dokumen order penjualan dari bagian penerimaan  order
    2. Memeriksa status langanan melalui workstation yang ada di bagian otorita kredit
    3. Berdasarkan informasi yang diperoleh dilayar komputer, kemudian memutuskan apakah order ini dapat dipenuhi
    4. Menyerahkan kembali dokumen order penjualan yang sudah di verifikasi dan ditandatangani, dan diteruskan ke bagian Stock & Delivery.
    5. Menerima faktur lembar ke-1, Faktur Pajak lembar ke satu dan Delivery Order lembar ke-1 yang telah diverifikasi oleh oleh langganan dan mengarsipnya urut tanggal.

    Bagian Stock & Delivery

    1. Menerima Oder Penjualan yang telah ditandatangani bagian otorita kredit dari bagian order penjualan
    2. Menyiapkan Dokumen pengiriman berdasarkan order penjualan. Bila barang tidak tidak tersedia di gudang meneruskan order penjualan ke bagian pembelian barang dagang.
    3. Mencatat pembelian, berdasarkan surat jalan yang ditandatangani oleh sopir untuk barang yang langsung dijual atau Surat Jalan supplier yang ditandatangani oleh bagian gudang untuk barang yang masuk ke gudang.
    4. Membuat Delivery Order untuk order penjualan yang telah mendapat otorisasi dari bagian otorita kredit
    5. Membuat surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang, untuk penjualan yang mengambil barang di gudang. Atau meminta PO/Memo untuk mengambil barang di supplier dari bagian pembelian barang dagang.
    6. Menyerahkan Delivery order, Surat Perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang atau PO/Memo ke bagian transportasi (sopir) untuk meminta barang ke gudang atau mengambil barang di supplier.
    7. Menerima Deliveri order lembar 1 & 2 yang telah ditanda tangani/diverifikasi oleh Langganan
    8. Menerbitkan listing delivery order dan diserahkan ke bagian pembuat invoice.

    Bagian Gudang

    1. Menerima Perintah/Permintaan Barang
    2. Menyediakan barang sesuai dengan Surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang (Deliveri Order tidak boleh digunakan untuk pengeluaran barang karena tidak semua penjualan menggunakan barang yang ada di gudang)
    3. Mengembalikan Perintah/Permintaan/Bon pengeluaran barang  kepada sopir untuk ditandatangani dan meminta copynya setelah ditandatangi.
    4. Mencatat Pengeluaran Pada Kartu Persediaan

    Bagian Transportasi (Sopir)

    Penjualan langsung (Barang langsung dari Supplier)

    1. Menerima PO/Memo, Delivery Order dari bagian Stock & Delivery
    2. Meminta barang ke supplier menggunakan PO/Memo
    3. Menerima surat Jalan/Surat Pengantar Supplier
    4. Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh supplier dengan memo/Po/Surat Jalan Supplier
    5. Menanda tangani Surat Jalan Supplier dan meminta copynya.
    6. Membawa dan Menyerahkan barang ke customer
    7. Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda tangani.
    8. Meminta Lembar Delivery Order  lembar 1 & 2 yang sudah ditanda tangani
    9. Menyerahkan Delivery Order lembar 1 & 2 kepada  Invoice (melalui Kurir)
    10. Menyerahkan Copy Surat Jalan/Surat Pengantar Supplier yang telah ditanda tangani ke bagian Stock. & Delivery (melalui Kurir)

    Penjualan Barang Dari Stock Gudang

    1. Menerima Surat Perintah/Permintaan pengeluaran Barang, Delivery Order
    2. Meminta barang ke gudang dengan meyerahkan Surat Perintah/Permintaan Pengeluaran Barang.
    3. Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh bagian gudang
    4. Menanda tangani Surat Perintah/Permintaan barang dan meminta copynya kepada bagian gudang.
    5. Menyerahkan barang kepada customer
    6. Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda tangani.
    7. Meminta Delivery Order  lembar 1 & 2 yang sudah ditanda tangani
    8. Menyerahkan delivery Order lembar 1& 2 kepada  bagian Invoice  (melalui Kurir)
    9. Menyerahkan Surat Perintah Pengeluaran barang yang telah ditandatangi ke bagian Stock & Delivery. (melalui Kurir)

    (More …)

     
  • oyt 2:24 pm on October 15, 2010 Permalink | Reply  

    Orang Miskin Ga Boleh Masuk Rumah Sakit 


    Waduh dari judulnya aja udah serem tuh, maaf ya sebelumnya, untuk menghindari kasus ibu yang waktu itu pernah dituntut sama Suatu Pihak Rumah Sakit karena  menjelekkan institusi pemerintahan(RS), oleh karena itu saya ngga mau sebut “MERK”

     

    Pada awal Bulan Oktober Ini, tetangga tepat di samping rumah saya mendapatkan suatu kebahagiaan yaitu diberikan/dititipkan Anugerah dari Allah SWT yakni seorang putri yang lahir ke Dunia, Sontak Bapak Nurrohman dan sang istri-pun sungguh berbahagia karena anak ketiganya adalah seorang perempuan setelah dua anak sebelumnya adalah putra.

    Namun lahirnya sang putri tidak hanya merupakan kabar yang membahagiakan, namun disisi lain timbulnya masalah baru yaitu masalah dana persalinan yang tidak sedikit alias memakan biaya yang cukup besar. Untuk sekedar informasi, sang bayi sebelumnya sulit dikeluarkan dari rahim sang ibu lantaran sang ibu tak kuat tenaga untuk mengeluarkan bayi tersebut hingga sang ibu yang sebelumnya diperkirakan akan bersalin di Bidan namun terpaksa di Rujuk Ke Rumah Sakit akibat peralatan di bidan yang tak cukup canggih.

    Setelah di bawa ke Rumah Sakit, ternyata pihak Rumah Sakit lantas tanpa sepengetahuan sang suami dari ibu yang ingin melahirkan tersebut memutuskan untuk mengoperasi cesar rahim sang ibu, namun sang suami yang berprofesi sebagai tukang sampah merasa keberatan karena dapat kita ketahui bersama kalau operasi cesar itu memakan biaya yang sangat besar, setelah lama-kelamaan, akhirnya si ibu mendapatkan “pembukaan” dan persalinan secara normal-pun terlaksana dan syukurnya sang ibu selamat.

    Namun masalah belum cukup sampai disitu, sang bayi yang cukup lama tertahan di dalam perut ternyata meminum air ketuban yang pecah di dalam perut sang ibu, sehingga harus di rawat secara intensif di Ruang Inkubator selama 10 hari. Nah bayangkan perawatan bayi di ruang inkubator dalam seharinya saja menelan biaya sebesar Rp. 500.000,- . Bagaimana kalau 10hari perawatan?? sang bapak yang berprofesi sebagai tukang sampah harus membayar biaya perawatan sang bayi sebesar Rp. 5000.000 ditambah biaya persalinan sang ibu sebesar Rp. 1000.000,- . tentulah sang bapak tidak sanggup membayar biaya sebesar itu.

     

    Segala cara ia lakukan untuk mendapatkan keringanan biaya, dari menggunakan ASKES(Asuransi Kesehatan) sampai GAKIN (Garansi Keluarga Miskin), semuanya sulit mendapatkan persetujuan, ada saja pihak yang mempersulit untuk mencairkan dana tersebut, dari Kelurahan, Rumah Sakit, maupun Puskesmas katanya masih ada persyaratan yang belum lengkap sampai-sampai sang bapak mesti bulak-balik Rumah Sakit-Kelurahan-dan PUSKESMAS setempat berkali-kali, namun ada saja kendalanya, akhirnya  Sang Bapak tersebut  curhat dengan saya, menumpahkan segala macam unek-uneknya sampai-sampai ia menangis meratapi nasib anaknya yang ditahan di Rumah Sakit akibat tidak mampu membayar biaya perawatan. Sampai tulisan ini dibuat, yakni 12hari setelah kelahiran sang putri, rupanya pak Nur Rohman belum bisa menebus dan sang putri kecil masih di “Tahan” di Rumah Sakit sampai bapak Nur Rohman bisa melunasi pembiayaan baik biaya persalinan maupun biaya perawatan bayi-nya.

    Ternyata memang benar fenomena di Negeri ini, dimana Rakyat Miskin sulit untuk mendapatkan kehidupan yang layak maupun jaminan kesehatan yang layak, semoga kisah ini dapat mengilhami dan membuka mata seluruh kalangan atas dan semoga tidak ada Bapak Nurrohman lain di luar sana. Terima Kasih

     
    • gell 4:53 pm on October 19, 2010 Permalink | Reply

      tetangga gw yo, pake SKTM surat keterangan tidak mampu dari RT / RW keluarahan, urus surat cuma sehari, terus pas dirumah sakti biaya 20jt cuma dibayar 500rb..

      sebenernya cara dan syarat nya mudah asal ga dipersulit

  • oyt 3:39 pm on October 1, 2010 Permalink | Reply  

    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 


    SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PIUTANG

    Pada dasarnya, sistem Informasi Akuntansi , memiliki perbedaan dibandingkan Sistem Informasi yang lain seperti Sistem Informasi Manajemen dan Sistem informasi Manufaktur, berikut ini saya akan sedikit menjelaskan beberapa hal tentang Sistem Informasi Akuntansi yang saya kutip dari berbagai sumber.

    A. Pengertian dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

    1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Pada dasarnya informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengambilan keputusan. Informasi memegang peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengetahui kegiatan apa yang telah terjadi dengan perusahaannya, melakukan evaluasi apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjamin agar data tersebut dapat diolah secara efisien menjadi informasi yang akurat, dapat dipercaya dan tepat waktu maka dalam pengolahan data tersebut diperlukan suatu alat yang dinamakan sistem informasi.

    Ada beberapa perbedaan sistem informasi yang diterapkan perusahaan. Salah satu sistem informasi yang sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengolah data administrasi dan keuangan adalah sistem informasi akuntansi. Perbedaan tersebut sebenarnya hanya terletak pada penekanannya saja, namun pada dasarnya tetap mengandung pengertian yang sama.

    Davis, dan kawan-kawan, mengatakan bahwa Accoun-ting information system encompass the process and procedures by which an organization’s financial information is received, registered, recorded, handled, processed, stored, and ultimately disfosed of.

    Penjelasan di atas menekankan pada proses dan prosedur pengelolaan atas informasi keuangan organisasi mulai dari penerimaan sampai dengan informasi tersebut tidak berguna lagi bagi organisasi.

    Sedangkan Robert G. Murdick menyatakan bahwa The accounting information system can be defined as the set of activities of the organization responsible for preparation of financial information and the information obtained from transaction data for the purpose of :(1)internal reporting to managers for use in planning and controlling current and future operations, and (2) external reporting to stockholders, government and other outside parties.

    Pengertian di atas jelas mengenai sistem informasi akuntansi dan dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi mencakup proses dan prosedur pengelolaan informasi keuangan organisasi dengan tujuan untuk pelaporan kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan.

    2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

    Tujuan penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sama dengan tujuan penyusunan sistem akuntansi antara lain :

    a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.

    b. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, Ketepatan penyajian maupun struktur informasi

    c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.

    d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.

    Tujuan di atas dapat dijelaskan bahwa biasanya perusahaan baru memulai usahanya sangat memerlukan penyusunan sistem informasi akuntansi yang lengkap. Namun, adakalanya sistem informasi akuntansi yang sudah ada tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen, baik dalam hal mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Dengan memperbaiki pengawasan akuntansi dan pengendalian intern, maka pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik serta informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut dapat

    B. Struktur Pengendalian Intern

    1. Pengertian struktur pengendalian intern

    Pengendalian intern merupakan istilah yang telah umum dan banyak dipergunakan dalam berbagai kepentingan. Fungsi dari pengendalian intern ini semakin penting, karena perusahaan semakin berkembang dengan system akuntansi yang semakin rumit. Semua pimpinan perusahaan harus menyadari dan memahami arti penting pengendalian intern.

    Struktur pengendalian intern satuan usaha terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk keyakinan (assurance) memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan dicapai.

    Kell, et.al., mengatakan pengendalian intern adalah sebagai berikut :An entity’s internal control structure consists of the policies and procedures established to provide Reasonable assurance that specific entity objectives will be achieved. Entity’s internal control structure consists of three elements (1) the control environment, (2) the accounting system, and (3) control procedures.

    Prosedur adalah urut-urutan pekerjaan yang harus diikuti dalam mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan, sedangkan tujuan merupakan pernyataan mengenai apa yang diinginkan perusahaan untuk dicapai.

    Pengertian tentang pengendalian intern dalam arti luas adalah :Internal control comprises the plan of organization and all of the coordinated methods and measures adopted a business to safeguard its assets, check the accuracy and realibility of its accounting data, promote operational efficiency and encourage adherence to prescribed managerial policies.

    Penjelasan definisi di atas meliputi struktur organisasi,metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan

    Untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen untuk menekankan tujuan yang hendak dicapai dan bukan unsure-unsur yang membentuk sistem tersebut.

    Internal control is a process affected by and entity’s board of directors, management, and other personnel designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories : (a) realibity of financial reporting, (b) effectiveness and efficiency of operations, and (c) complience with applicable laws and regulations.

    Penjelasan definisi di atas menyimpulkan bahwa pengendalian intern adalah suatu proses yang terdiri dari usaha atau tindakan-tindakan yang tepat dan terintegrasi yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Pelaksanaan pengendalian intern melibatkan seluruh anggota organisasi bukan dibebankan pada bagian tertentu saja, sehingga memberikan keyakinan terpercaya atas seluruh kegiatan organisasi yang meliputi realibility

    dari pelaporan keuangan, efisiensi dan keefektifan atas kegiatan atau operasi perusahaan dan kepatuhan terhadap hokum dan undang-undang yang berlaku.

    2. Unsur-unsur struktur pengendalian intern

    Struktur pengendalian intern yang baik memiliki karakteristik yang meliputi hal-hal berikut : Suatu rencana organisasi yang memungkinkan adanya pemisahan pertanggungjawaban fungsi secara tepat.

    a. Suatu sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang tepat untuk memungkinkan pengendalian akuntansi yang memadai terhadap aktiva, utang, pendapatan dan biaya.

    b. Praktik yang sehat diikuti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dari setiap bagian organisasi.

    c. Kualitas pengamat yang sesuai dengan tanggung jawab.

    Karakteristik yang baik akan mendukung terciptanya pengendalian intern yang efektif. Rencana organisasi, sistem otorisasi, dan prosedur pencatatan yang tepat, praktik yang sehat serta kualitas pengamat yang sesuai harus terintegrasi dengan baik dalam pelaksanaan kerjanya. Kelancaran pekerjaan akan memudahkan struktur pengendalian intern terlaksananya dalam mencapai tujuan. Namun untuk keberhasilan tujuan terdapat beberapa unsur pokok yang dapat menentukan keberhasilan struktur pengendalian intern.

    Berikut ini akan dijelaskan tiga unsur-unsur pengendalian intern, yaitu :

    • Lingkungan pengendalian

    • Sistem akuntansi

    • Prosedur pengendalian

    Lingkungan pengendalian

    Lingkungan pengendalian merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor dalam membentuk, memperkuat atau memperlemah efektivitas kebijakan dan prosedur tertentu.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut adalah :

    1) Falsafah manajemen dan gaya operasinya

    2) Struktur organisasi satuan usaha

    3) Berfungsinya dewan komisaris, dan komite-komite yang dibentuk

    4) Metode pemberian wewenang dan tanggung jawab

    5) Metode pengendalian manajemen dalam membantu dan menindaklanjuti kinerja, termasuk audit intern.

    6) Kebijakan dan praktik personalia

    7) Berbagai factor ekstern yang mempengaruhi operasi dan praktik satuan usaha, seperti pemeriksaan yang dilakukan oleh badan legislative dan lembaga pemerintah. Lingkungan pengendalian mencerminkan keseluruhan sikap, kesadaran dan tindakan dari dewan komisaris, manajemen, pemilik dan pihak lain mengenai pentingnya pengendalian intern dan tekanannya pada satuan usaha yang bersangkutan.

    Sistem akuntansi

    Sistem akuntansi terdiri dari metode dan catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasikan, menghimpun

    Menganalisa, mengelompokkan, mencatat dan melaporkan transaksi satuan usaha dan untuk menyelenggarakan pertanggungjawaban aktiva dan kewajiban yang bersangkutan dengan transaksi tersebut.

    Sistem akuntansi yang efektif mempertimbangkan pembuatan metode dan catatan yaitu : Mengidentifikasi dan mencatat semua transaksi yang saha.

    Menggambarkan transaksi secara tepat waktu dan cukup rinci sehingga memungkinkan pengelompokkan transaksi secara semestinya untuk pelaporan keuangan.

    1. Mengukur nilai transaksi dengan cara yang memungkinkan pencatatan nilai keuangan yang layak dalam laporan keuangan.

    2. Menentukan periode terjadinya transaksi untuk memungkinkan pencatatan nilai keuangan yang layak dalam laporan keuangan.

    3. Menyajikan dengan semestinya transaksi dan pengungkapannya dalam laporan keuangan.

    Prosedur pengendalian

    Prosedur pengendalian adalah kebijakan dan prosedur sebagai tambahan terhadap lingkungan pengendalian dan

    dan sistem akuntansi yang telah diciptakan oleh manajemen untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan tercapai. Prosedur pengendalian mempunyai beberapa tujuan dan diterapkan pada berbagai tingkatan organisasi dan pembrosesan data. Prosedur pengendalian dapat diintegrasikan dalam komponen tertentu lingkungan pengendalian dan system akuntansi. Secara umum prosedur pengendalian dapat dikelompokkan ke dalam prosedur, yaitu :

    1. Otorisasi yang semestinya atas transaksi dan kegiatan.

    2. Pemisahan tugas yang mengurangi kesempatan yang memungkingkan seseorang dalam posisi yang dapat melakukan dan sekaligus menutupi kekeliruan atau ketidakberesan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Oleh sebab itu, tanggung jawab untuk memberikan otorisasi transaksi, mencatat transaksi, dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan karyawan yang berbeda.

    3. Perancang dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu pencatatan secara semestinya transaksi dan peristiwa, misalnya dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang yang bernomor urut tercetak.

    4. Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan dan catatan, misalnya penetapan fasilitas yang dilindungi dan otorisasi untuk akses ke program dan arsip data komputer.

    5. Pengecekan secara independen atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya pengecekan atas pekerjaan klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada dengan pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan program komputer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang mengikhtisarkan rincian akan (misalnya saldo piutang yang dirinci menurut umur piutang) dan penelaahan oleh pemakai atas laporan yang dihasilkan oleh komputer.

    Walter G.Kell, William C.Boynton and Richard E.Ziegler menyatakan bahwa struktur pengendalian intern terdiri dari :

    a. Control environment

    b. Risk assessment

    c. Information and communication

    d. Control activities

    e. Monitoring.

    a. Control environment

    Control environment atau lingkungan pengendalian mencerminkan suasana perusahaan yang mempengaruhi sikap dan tindakan para anggota perusahaan akan pentingnya pengendalian. Efektivitas sistem akuntansi dan prosedur

    2002 digitized by USU digital library 4

    Pengendalian sangat ditentukan oleh suasana yang diciptakan oleh lingkungan pengendalian. Ini berarti pengendalian mempunyai dampak yang sangat besar terhadap keseriusan pengendalian intern yang diterapkan dalam perusahaan.

    b. Risk assessment

    Penetapan resiko laporan keuangan adalah mengidentifikasi dan menganalisa resiko-resiko yang berhubungan dengan manajemen perusahaan untuk menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penetapan resiko oleh manajemen berkenaan dengan hubungan resiko terhadap pernyataan laporan keuangan yang khusus dan kegiatan mencatat, memproses, menyimpulkan dan melaporkan data akuntansi.

    c. Information and communication

    Information and communication atau informasi dan komunikasi sangat berguna untuk menghasilkan laporan keuangan. Sistem informasi sangat relevan untuk tujuan laporan keuangan yang mencakup sistem akuntansi dan melindungi harta dan hutang perusahaan. Sistem akuntansi seharusnya mencakup penafsiran audit yang lengkap, karena penafsiran transaksi sangat penting bagi manajemen dan auditor. Dengan kata lain komunikasi melibatkan pemahaman yang jelas dari peran dan tanggung jawab setiap individu yang berkenaan dengan struktur pengendalian intern atas laporan keuangan. Komunikasi harus dapat meyakinkan bahwa setiap personil terlibat dalam memahami laporan keuangan dan kegiatan mereka baik di luar perusahaan ataupun dalam perusahaan.

    d. Control activities

    Control activities atau pengendalian aktivitas adalah kebijakan prosedur yang membantu meyakinkan bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Pengendalian ini meyakinkan tidankan-tindakan yang diambil untuk mengatasi resiko dalam mencapai tujuan organisasi. Pengawasan ini harus terlaksana pada semua tingkat fungsi manajemen.

    e. Monitoring

    Monitoring merupakan proses untuk menilai kualitas dari pelaksanaan struktur pengendalian intern yang telah berjalan. Monitoring merupakan pemantauan terhadap personil yang mengawasi desain dan operasi perusahaan yang dilaksanakan. Struktur pengendalian intern yang berjalan diharapkan dapat mengatasi atau mengantisipasi penyimpangan atau kecurangan yang terjadi. Monitoring dapat dilaksanakan selama kegiatan perusahaan berjalan dan dapat dievaluasi secara periodik.

    c. Pengertian dan Klasifikasi Piutang

    1. Pengertian piutang

    Piutang merupakan suatu proses yang penting, yang dapat menunjukkan satu bagian yang besar dari harta likuid perusahaan.

    Kieso dan Weygandt mendefinisikan pengertian piutang sebagai berikut : Receivables are claims held against customers and others for money, goods, or services. Sedangkan pengertian piutang menurut S.Hadibroto adalah : Piutang merupakan klaim terhadap pihak lain, apakah klaim tersebut berupa uang, barang atau jasa, untuk maksud akuntansi istilah dipergunakan dalam arti yang lebih sempit yaitu merupakan klaim yang diharapkan akan diselesaikan dengan uang. Penjelasan definisi di atas diketahui bahwa piutang secara luas diartikan sebagai tagihan atas segala sesuatu hak perusahaan baik berupa uang, barang maupun jasa atas pihak ketiga setelah perusahaan melaksanakan kewajibannya, sedangkan secara sempit

    piutang diartikan sebagai tagihan yang hanya dapat diselesaikan dengan diterimanya uang di masa yang akan datang.

    Pada umumnya piutang timbul ketika sebuah perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan berhak atas penerimaan kas di masa mendatang, yang prosesnya dimulai dari pengambilan keputusan untuk memberikan kredit kepada langganan, melakukan pengiriman barang, penagihan dan akhirnya menerima pembayaran, dengan kata lain piutang dapat juga timbul ketika perusahaan memberikan pinjaman uang kepada perusahaan lain dan menerima promes atau wesel, melakukan suatu jasa atau transaksi lain yang menciptakan suatu hubungan dimana satu pihak berutang kepada yang lain seperti pinjaman kepada pimpinan atau karyawan. Piutang merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam modal kerja suatu perusahaan. Sebagian piutang dapat dimasukkan dalam modal kerja yaitu bagian piutang yang terdiri dari dana yang diinvestasikan dalam produk yang terjual dan sebagian lain yang termasuk modal kerja potensial yaitu bagian yang merupakan keuntungan.

    Piutang merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja yaitu Kas ——– persediaan —- piutang —— kas. Dalam keadaan normal dan dimana penjualan pada umumnya dilakukan dengan kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi dari pada persediaan, karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu langkah, yang penting kebijaksanaan kredit yang efektif dan prosedur-prosedur penagihan untuk menjamin penagihan piutang yang tepat pada waktunya dan mengurangi kerugian akibat piutang tak tertagih.

    2. Klasifikasi piutang

    Pada umumnya piutang bersumber dari kegiatan operasi normal perusahaan yaitu penjualan kredit atas barang dan jasa kepada pelanggan, tetapi selain itu masih banyak sumber-sumber yang dapat menimbulkan piutang.

    Smith and Skousen memberikan klasifikasi piutang terdiri atas “piutang dagang (trade receivables) dan piutang bukan dagang”.

    Piutang dagang

    a. Wesel tagih atau notes receivables

    Wesel tagih ini didukung oleh suatu janji formal tertulis untuk membayar.

    b. Piutang usaha atau accounts receivables

    Piutang usaha merupakan piutang dagang yang tidak dijamin “rekening terbuka”. Piutang dagang merupakan suatu perluasan kredit jangka pendek kepada pelanggan. Pembayaran-pembayarannya biasanya jatuh tempo dalam tiga puluh sampai sembilan puluh hari. Perjanjian kreditnya merupakan persetujuan informal antara penjual dan pembeli yang didukung oleh dokumen-dokumen perusahaan yaitu faktur dan kontrak-kontrak penyerahan. Biasanya piutang dagang tidak mencakup bunga, meskipun bunga atau biaya jasa dapat saja ditambahkan bilamana pembayaran tidak dilakukan dalam periode tertentu, dengan kata lain piutang dagang merupakan tipe piutang paling besar.

    Piutang bukan dagang

    Piutang bukan dagang ini meliputi seluruh tipe piutang lainnya dan mempunyai beberapa transaksi-transaksi yaitu :

    a. Penjualan surat berharga atau pemilik selain barang dan jasa.

    b. Uang muka kepada pemegang saham, para direktur, pejabat, karyawan dan perusahaan-perusahaan affiliasi.

    c. Setoran-setoran kepada kreditur, perusahaan kebutuhan umum dan instansi-instansi lainnya.

    d. Pembayaran dimuka pembelian-pembelian.

    e. Setoran-setoran untuk menjamin pelaksanaan kontrak atau pembayaran biaya.

    f. Tuntutan atas kerugian atau kerusakan.

    g. Saham yang masih harus disetor.

    h. Piutang deviden dan bunga.

    Piutang bukan dagang umumnya didukung dengan persetujuan-persetujuan formal dan secara tertulis. Piutang bukan dagang harus diikhtisarkan dalam perkiraan-perkiraan yang berjudul sesuai dan dilaporkan secara terpisah dalam laporan keuangan.

    D. Sistem Informasi Akuntansi Penagihan Piutang

    Penagihan piutang dari penjualan kredit dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain :

    1. Fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang dari penjualan kredit.

    2. Dokumen yang digunakan dalam sistem penagihan piutang.

    3. Sistem penagihan piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur.

    Ad.1. Fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang dari penjualan kredit

    Fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang dari penjualan kredit adalah :

    a. Fungsi secretariat

    Fungsi ini bertanggungjawab dalam penerimaan cek dan surat pemberitahuan atau remittance advice melalui pos dan para debitur perusahaan. Fungsi ini juga bertugas membuat daftar surat pemberitahuan yang diterima bersama dari para debitur dan fungsi ini berada di tangan bagian sekretariat.

    b. Fungsi penagihan

    Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan penagihan kepada para debitur perusahaan berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi dan fungsi ini berada di tangan bagian penagihan.

    c. Fungsi kas

    Fungsi ini bertanggungjawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat atau fungsi penagihan dan menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam jumlah penuh dan fungsi ini berada di tangan bagian kas.

    d. Fungsi akuntansi

    Fungsi ini bertanggungjawab dalam pencatatan penerimaan kas dari piutang ke dalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya piutang ke dalam kartu piutang, dan fungsi ini berada di tangan bagian akuntansi.

    e. Fungsi pemeriksa intern

    Fungsi ini bertanggungjawab dalam melaksanakan perhitungan yang ada di tangan fungsi kas secara periodik, dan melakukan rekonsiliasi bank, untuk mengecek ketelitian catatan kas yang diselenggarakan oleh fungsi akuntansi, dan fungsi ini berada di tangan bagian pemeriksa intern.

    Ad.2. Dokumen yang digunakan dalam sistem penagihan piutang

    Dokumen yang digunakan dalam sistem penagihan piutang adalah :

    1) Surat pemberitahuan

    2) Daftar surat pemberitahuan

    3) Bukti setor bank

    4) Kuitansi.

    Surat pemberitahuan merupakan dokumen untuk memberitahu maksud pembayaran yang akan dilakukan. Daftar surat pemberitahuan merupakan rekapitulasi penerimaan kas. Bukti setor bank merupakan bukti penyetoran kas yang diterima dari piutang ke bank. Kuitansi merupakan bukti penerimaan kas yang dibuat oleh perusahaan bagi para debitur yang telah melakukan pembayaran utang mereka.

    Ad.3. Sistem penagihan piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur

    Sistem penagihan piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan dengan prosedur adalah :

    1) Penerimaan piutang mengirimkan daftar piutang yang sudah saatnya ditagih kepada bagian penagihan.

    2) Bagian penagihan mengirimkan penagih untuk melakukan penagihan kepada debitur.

    3) Bagian penagihan menerima cek atas nama dalam surat pemberitahuan dari debitur.

    4) Bagian penagihan menyerahkan surat pemberitahuan kepada bagian piutang untuk kepentingan posting ke dalam kartu piutang.

    5) Bagian kas mengirim kuitansi sebagai tanda penerimaan kas kepada debitur.

    6) Bagian kas menyetor ke bank, setelah cek atas cek tersebut dilakukan endorsement oleh pejabat yang berwenang.

    7) Bank perusahaan melakukan clearing atas cek tersebut ke bank debitur.

    Sistem pengendalian intern yang baik mengharuskan agar semua penerimaan kas dari debitur harus dalam bentuk cek atas nama atau giro bilyet. Penerimaan kas dari debitur dalam bentuk uang tunai memberikan peluang kepada penagih untuk melakukan penyelewengan. Bentuk penerimaan kas melalui penagih perusahaan ini yang biasa dilaksanakan di Indonesia, sedangkan bentuk lain masih jarang dilakukan.

    E. Prosedur Pengendalian dan Pemantauan atau Monitoring Piutang

    1. Prosedur Pengendalian Piutang

    Salah satu dari model struktur pengendalian intern terdiri dari tiga unsur dan lima unsur pokok struktur pengendalian intern adalah prosedur pengendalian dan pemantauan atau monitoring. Prosedur pengendalian adalah

    Kebijakan dalam prosedur sebagai tambahan terhadap lingkungan pengendalian dan system akuntansi yang telah diciptakan oleh manajemen untuk memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan tercapai. Prosedur pengendalian memiliki berbagai macam tujuan dan diterapkan dalam berbagai tingkat organisasi. Prosedur pengendalian dapat dikelompokkan ke dalam prosedur yang antara lain adalah :

    a. Otorisasi yang semestinya atas transaksi dan kegiatan

    b. Pemisahan tugas yang mengurangi kesempatan yang memungkinkan seseorang dalam posisi yang dapat melakukan dan sekaligus menutupi kekeliruan atau ketidakberesan dalam pealksanaan tugasnya sehari-hari. Oleh karena itu, tanggung jawab untuk memberikan otorisasi transaksi, mencatat transaksi dan menyimpan aktiva perlu dipisahkan di tangan karyawan yang berbeda.

    c. Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu pencatatan transaksi secara semestinya, misalnya dengan memantau penggunaan dokumen pengiriman barang yang bernomor urut tercetak.

    d. Pengamanan yang cukup atas akses dan penggunaan aktiva perusahaan dan catatan, misalnya penetapan fasilitas yang dilindungi dan otorisasi untuk akses ke program dan arsip data komputer.

    e. Pengecekan secara bebas atas pelaksanaan dan penilaian yang semestinya atas jumlah yang dicatat, misalnya pengecekan atas kerjaan klerikal, rekonsiliasi, pembandingan aktiva yang ada dengan pertanggungjawaban yang tercatat, pengawasan dengan menggunakan program komputer, penelaahan oleh manajemen atas laporan yang mengikhtisarkan rincian akun seperti saldo piutang yang dirinci menurut umur piutang dan penelaahan oleh pemakai atas laporan yang dihasilkan oleh komputer.

    Berkaitan dengan pemakaian komputer dalam sistem informasi akuntansi dewasa ini, maka perusahaan harus menerapkan pengendalian di lingkungan sistem yang terkomputerisasi.

    Winarno memberikan dua kategori pengendalian di lingkungan system terkomputerisasi adalah :

    1) Pengawasan aplikasi (atau sering disebut juga dengan pengawasan transaksi) merupakan pengawasan yang dirancang untuk menjamin bahwa (1) semua transaksi sudah mendapat otorisasi dan (2) semua transaksi sudah dicatat, diklasifikasi, diproses dan dilaporkan dengan teliti dan benar.

    2) Pengawasan umum, ditujukan untuk mengawasi berbagai prosedur, kegiatan atau aktiva yang tidak secara langsung tercakup dalam pengawasan aplikasi.

    Dalam pengawasan aplikasi meliputi tiga jenis pengawasan yaitu :

    • Pengawasan masukan

    Pengawasan masukan yaitu pengawasan yang ditujukan untuk kegiatan pencatatan transaksi, dengan pengawasan ini diharapkan setiap transaksi dicatat dengan teliti, lengkap dan segera.

    • Pengawasan proses atau pengawasan pengolahan.

    Pengawasan proses atau pengawasan pengolahan dilakukan setelah data diinput, dengan pengawasan ini diharapkan data diolah secara teliti dan lengkap, file dan program yang digunakan sudah benar, dan semua transaksi dan catatan lainnya dapat ditelusuri dengan mudah. Pengawasan proses terdiri dari empat kategori yaitu :

    • Cek logika proses atau processing logic checks

    • Kontrol setiap proses atau run-to-run control

    • Cek file dan program

    • Keterkaitan telusuran audit atau audit trail lingkages.

    • Pengawasan keluaran

    Pengawasan keluaran dirancang untuk menjamin keluaran yang dihasilkan oleh sistem sudah lengkap, benar dan didistribusi ke pemakai yang berhak. Pengawasan ini meliputi dua kegiatan yaitu mengkaji hasil pengolahan dan pengawasan distribusi laporan.

    Pengawasan umum dirancang untuk melengkapi pengawasan aplikasi. Pengawasan ini meliputi berbagai prosedur, kegiatan dan penggunaan aktiva yang belum tercakup dalam pengawasan aplikasi terdiri dari :

    • Praktik manajemen yang sehat meliputi perencanaan, penganggaran, pemilihan karyawan dan pengawasan atau supervisi terhadap karyawan.

    • Pengawasan operasional yang bertujuan meningkatkan efisiensi pekerjaan tiap karyawan. Pengawasan ini meliputi tiga tahapan yaitu penetapan standar teknis, penilaian prestasi dan pengambilan keputusan terutama sebagai tindakan korektif.

    2. Monitoring Piutang

    Monitoring merupakan proses untuk menilai dari pelaksanaan struktur pengendalian intern yang telah berjalan. Monitoring merupakan pemantauan yang dilaksanakan oleh personil yang semestinya melakukan pekerjaan tersebut baik pada tahap desain maupun pengoperasian perusahaan, agar pada waktu yang tepat dapat menentukan apakah struktur pengendalian intern tersebut telah memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan keadaan.

    Kell et.al, mendefinisikan monitoring sebagai berikut : Monitoring is a process that accesses the quality of internal control structures performance over time. It involves by appropriate of the design operation of control on a suitable timely basis to determine that ICS is operating as intended and that it is modified as appropiate for changes in conditions.

    Monitoring dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung dan dapat dievaluasi secara periodik. Selama kegiatan berlangsung pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas hasil penagihan piutang dilihat dari keluhan-keluhan yang diterima dari langganan seperti kesalahan billing, terlambatnya pengiriman barang atau kesalahan pembayaran di dalam lingkungan perusahaan sendiri. Oleh sebab itu,

    perlu dilakukan pemantauan terhadap hasil kerja mereka biasanya dievaluasi secara periodik, karena manajemen akan melihat hasil laporan penjualan dan laporan penerimaan kas bulanan atau tahunan apakah sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Pengendalian juga dilaksanakan oleh internal auditor, bila internal auditor mendapati kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas, maka harus segera melaporkan kelemahan tersebut pada manajemen atau komite audit. Manajemen juga dapat menerima informasi dari pihak ekstern seperti bank atau akuntan publik tentang kelemahan struktur pengendalian intern penjualan kredit dan penagihan piutang dalam perusahaan. Informasi yang diterima dari berbagai pihak akan menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen untuk memperbaiki pelaksanaan pengendalian intern selanjutnya sehingga dapat memperbesar hasil penjualan dan jumlah penerimaan kas perusahaan.

    Dalam unsure-unsur pengendalian intern, monitoring masih merupakan hal baru bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, mungkin baru perusahaan-perusahaan besar yang menerapkannya. Namun sebenarnya kegiatan monitoring telah berjalan dengan sendirinya dalam suatu perusahaan. Perusahaan sering memonitoring pelaksanaan pengendalian intern hanya apabila telah terjadi kesalahan yang fatal dan merugikan perusahaan baik dari segi prosedur kerja maupun dari besarnya laba yang diinginkan sebagai tujuan akhir perusahaan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Davis, James R., Alderman, Wayne C., and Robinson, Leonard A., Accounting Informaation System : A Cycle Approach, 3th Edition, John Wiley and Sons, New York, 1990.

    Hadibroto, S., Sukadam,Sudardjat, Akuntansi Intermediate, PT.Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1982.

    Kell, Walter G., Boynton, William C., Zeigler, Richard E., Modern Auditing, Fourth Edition, John Wiley and Sons Inc., Canada, 1989.

    Kieso, Donald E., and Weygandt, Jerry J., Intermediate Accounting, Sixth Edition, John Wiley and Sons Inc., Singapore, 1986.

    Mulyadi, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Badan Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 1993.

    Murdick, Robert G., et.al., Accounting Information system, Prentice Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey, 1978.

    Smith, Jay M., and Skousen, K. Fred, Intermediate Accounting Eight Edition, Volume Komprehensif, terjemahan Alfonsus Sirait, Edisi Kesembilan, Erlangga, Jakarta, 1992.

    Winarno, Wing Wahy, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Kesatu, Badan Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta, 1994.

    AICPA, Codification of Statement on Auditing Standards, Number 1 to 44, Commerce Clearing Inc., Chicago, 1983.

     
    • Symbian lovers 4:22 pm on October 2, 2010 Permalink | Reply

      Semangat bro dalam dunia blogging.

    • Symbian lovers 4:23 pm on October 2, 2010 Permalink | Reply

      Oh iya jangan lupa kunjungi blogku juga yah

    • gell 4:52 pm on October 19, 2010 Permalink | Reply

      tetangga gw yo, pake SKTM surat keterangan tidak mampu dari RT / RW keluarahan, urus surat cuma sehari, terus pas dirumah sakti biaya 20jt cuma dibayar 500rb..

      sebenernya cara dan syarat nya mudah asal ga dipersulit

  • oyt 1:27 pm on June 18, 2010 Permalink | Reply  

    Asal Usul Nama Indonesia 


    Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
    Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
    Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
    Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).
    Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

    Indonesia
    Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Ingris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
    Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

    “… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”.

    Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon ( Srilanka ) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
    Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
    Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
    “Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.
    Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
    Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
    Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
    Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

    Identitas Politik
    Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
    Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
    Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya :

    “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

    Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

    Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.
    Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Dan setelah itu lahirlah bangsa Indonesia.

    Sumber: http://indonesiakemarin.blogspot.com/2007/09/asal-usul-nama-indonesia.html

     
  • oyt 2:45 pm on June 11, 2010 Permalink | Reply  

    Event Pekan Raya 2010 


    Pekan Raya Jakarta sebagai Hari Ulang Tahun Kota Jakarta, malam ini akan buka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PRJ yang berlokasi di arena Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta ini, sebagai sarana pameran terbesar di Indonesia, PRJ juga dimeriahkan oleh artis-artis top Indonesia dan harga tiketnya pun hanya Rp. 15.000 sayang kalau dilewatkan.

    Sebanyak 2.500 peserta siap mengikuti pelaksanaan acara tahunan itu, yang akan digelar mulai 10 Juni hingga 11 Juli.

    Menurut informasi dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Presiden akan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri anggota kabinet Indonesia Bersatu II untuk membuka acara pameran yang rutin digelar setiap tahun tersebut.

    “Presiden meresmikan PRJ pada pukul pukul 19.30 WIB,” ungkap Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, pagi ini.

    Sementara itu, Panitia Pelaksana PRJ memperkirakan sebanyak 2.500 peserta siap mengikuti pelaksanaan Pekan Raya Jakarta yang akan digelar mulai tanggal 10 Juni hingga 11 Juli tersebut.

    Hal itu, lanjut Panitia, meningkat pesat dibandingkan peserta tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 700 peserta.

    “Luas area tahun ini 15%-20% lebih besar dari tahun lalu. Area bertambah sekitar 100.000 meter persegi, di dalam dan di luar hall,” kata Ralph Scheunemann, Direktur Pemasaran PT Jakarta International Expo (JIEXPO), sebagaimana dikutip dari laman situs Pemprov DKI Jakarta, hari ini.

    Dia menambahkan tiket masuk arena PRJ harganya ditetapkan sebesar Rp15.000 atau sama dengan harga yang ditetapkan pada tahun sebelumnya.

    Lebih jauh, Raplh mengungkapkan peserta pameran terdiri atas berbagai sektor industri, termasuk pemerintah provinsi di seluruh Indonesia, pemerintah kabupaten dan kota, badan usaha milik negara (BUMN), dan perusahaan-perusahaan nasional dan internasional lainnya.

    Untuk memeriahkan hajatan yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi Jakarta itu, lanjutnya, diadakan festival musik selama 32 hari nonstop dengan menghadirkan puluhan artis, penyanyi dan band musik papan atas, seperti Agnes Monica, Kerispatih, Iwan Fals, ST 12, Boomerang, Gigi, Sheila on 7, Tha Changcuters, Dewa, Andra & Backbone, Maliq & D’essential, Netral, Padi, Slank, Ungu, Cokelat, Nidji, Naif dan Godbless.

    Berikut jadwal lengkap artis PRJ selama sebulan:

    Kayaknya kita tidak rugi dengan harga tiket Rp. 15.000 dan bisa menikmati hiburan yang dimeriahkan oleh artis-artis papan atas, bahkan dapat berbelanja barang-barang super diskon, wah sayang kalau dilewatkan, kita ke PRJ yuuu!

     
  • oyt 12:48 pm on May 31, 2010 Permalink | Reply  

    Account Kocak Bisa Nambah Followers :) 


    kali ini saya mau memberikan tips tentang cara baru penambahan followers pada twitter,  kamu bisa memfollow account yang sudah cukup terkenal di twitter, terkadang account tersebut mempromote pemilik twitter yang sering memberikan ide kreatifnya.biasanya account yang kocak-kocak banyak difollow sama para tweeps

    Berikut ini adalah daftar account yang sering menawarkan #followfriends(FF) di twitter,misalnya :
    1. @LirikNgasal , link http://twitter.com/lirikngasal
    lewat akun ini kamu bisa menyumbang ide kocak kamu,berupa lirik lagu terkenal yang diplesetin biar jadi kocak, lalu tweet sumbangan kamu kalo benar-benar kocak nanti akan di RT oleh @Lirikngasal . misalnya:

    Lirikngasal : Persahabatan Bagai Kecebong, merubah Becak menjadi odong-odong (@whyprasetyo) <– orang yg mengirim tweet ke @lirikngasal .
    kelebihan dari @lirikngasal ini adalah dia terkesan “baik” , mempromote twitter yg menyumbang tweet lirik ngaco. dan juga membuka #followfriends

    2. @JayusBanget , link http://twitter.com/jayusbanget
    lewat akun ini kamu bisa menyumbang ide kocak kamu, bisa berupa tebak-tebakan, singkatan aneh atau Bahasa Inggris Ngaco, lalu tweet sumbangan kamu kalo benar-benar kocak nanti akan di RT oleh @JayusBanget . misalnya:

    JayusBanget: SENAYAN = Sekali Nancep Langsung Doyan #JayusBanget (@alditsa_ady) <— adalah orang yg ngetweet ke @jayusbanget . kalo tweet kamu sering diRT sama @jayusbanget, otomatis orang-orang akan mengenal kamu dan banyak yg memfollow kamu

    3. @SombongUnite . namanya juga sombong unite, pasti tweetnya isinya tentang orang sombong(orang kaya tapi ngga kesampean) tweetnya kocak-kocak ddeh, bisa dilihat

    SombongUnite kincir angin di Belanda, gunanya bkn cm ngeringin tanah, irigasi dsb, tp juga buat gw kalo lagi gerah #sombongpengetahuan /via @iqomatulhaq

     
  • oyt 12:15 pm on May 31, 2010 Permalink | Reply  

    31 Mei Hari Tanpa Facebook Sedunia 


    Ada hari baru yang harus diperingati dalam beberapa hari ke depan. Sebuah kampanye menyerukan tanggal 31 Mei sebagai hari tanpa akses Facebook sedunia.

    Dalam beberapa hari belakangan, Facebook memang sedang menjadi perhatian dunia. Bukan hanya karena situs ini menjadi jejaring nomor satu di dunia maya, tapi lebih kepada aturan privasi-nya yang cukup ketat sehingga membuat sebagian besar pengguna merasa tidak nyaman.

    Dilansir melalui Tech Watch, sebuah situs telah dibuat untuk menggalang kampanye ini. Situs bernama ‘Quit Facebook Day’ dibuat oleh pemiliknya yang bernama Matthew Millard dan Joseph Dee.

    “Facebook memberikan adan pilihan untuk mengatur data yang anda miliki. Namun pilihan mereka kami anggap tidak adil. Selagi Facebook memberikan masing-masing individu untuk memanage akun mereka sendiri, tapi hal ini malah dipersulit sehingga rata-rata pengguna sulit untuk mengerti,” tulis founder situs tersebut.

    “Kami juga merasa Facebook tidak menghormati anda dan data yang anda miliki, khususnya untuk konteks di masa yang akan datang,” tambahnya.

    Situs ini lebih mirip dengan support group yang berfungsi memotivasi pengunjungnya untuk melakukan hal yang sama. Pendiri kampanye tersebut mengakui jika menghentikan diri untuk mengakses Facebook memang cukup sulit. Namun hal ini harus dilakukan, sama halnya dengan berhenti dari kecanduan merokok.

    Sejauh ini, 14.000 orang telah bergabung dengan kampanye ini dan berkomitmen untuk berhenti menggunakan Facebook pada akhir bulan ini.

    Jika anda telah bergabung dengan situs tersebut maka sebuah email akan terkirim ke inbox anda untuk mengingatkan ‘berhenti mengakses Facebook pada tangga; 31 Mei’.

    Sumber  : http://terselubung.blogspot.com/2010/05/31-mei-hari-tanpa-facebook-sedunia.html

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel